1 Juni 2012

Yesaya 6:1-8 (3 Juni 2012)


TREMENDUM FASCINAN

Firman Tuhan ini mengisahkan tentang panggilan Yesaya. Dalam panggilan ini, Yesaya melihat Tuhan sedang duduk, dan jubahnya memenuhi Bait Suci. Betapa mulianya Tuhan dalam pandangan Yesaya. Yesaya juga melihat para Serafim (malaikat) sedang melayang-layang, sambil mengumandangkan lagu dengan bersahutsahutan, layaknya paduan suara : "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"
Penglihatan Yesaya ini  menggambarkan, bahwa : Tuhan menghendaki seluruh bumi ini baik adanya, sehingga manusia boleh menikmati sukacita dan hidup bahagia.

Namun dalam kenyataannya, bangsa dimana Yesaya berada begitu bobrok. Bangsa itu hidup begitu najis ; jahat, angkuh, penuh dosa baik tindakan dan perkataan. Yesaya menyadari bahwa dosa itu juga ada dalam dirinya. Itu sebabnya, Yesaya berkata (ay.5) : "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir.”
Pengampunan dan Pengutusan Yesaya

Pengakuan Yesaya atas dosanya membuat Tuhan mengampuni dosanya. Tuhan sungguh-sungguh maha pengampun. Ada pergumulan dalam diri Yesaya : “Mengapa Tuhan memberikan pengampunan dosa baginya ?”  Tuhan mempunyai maksud atas orang yang memperoleh pengampunan dosa. Maksud Tuhan itu terkandung dalam ungkapan (8) : "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Pertanyaan ini menjadikan Yesaya sadar atas pengampunan dosanya, bahwa Tuhan memanggil Yesaya untuk diutus kepada banyak orang. Dengan penuh keyakinan Yesaya menjawab  : "Ini aku, utuslah aku!"

Dalam pelayanannya, Yesaya tampil dengan keunikannya. (a) Berani. Yesaya termasuk nabi yang berani mengkritik tindakan-tindakan raja yang berkuasa, jika bertentangan dengan Tuhan. (b) Patriot sejati. Yesaya menentang segala yang merusak bangsa. Yesaya menubuatkan, bahwa bangsa itu akan mengalami penderitaan karena menyembah berhala. (c) Lemah-lembut dan penuh kasih. Yesaya juga memberitahukan, bahwa keselamatan bukan hanya milik umat Israel, tetapi setiap bangsa akan memperoleh keselamatan jika setia kepada Tuhan. (d) Kesetiaan yang tinggi. Dalam menjalankan tugasnya, Yesaya bukan tidak mendapat rintangan, tetapi semua itu tidak mengahalangi Yesaya untuk menjalankan tugasnya

Yesaya telah tampil sebagai nabi yang sangat mempesonakan. Mempesona karena pada saat itu, tidak ada yang berani untuk menyatakan kebenaran.


Kita adalah orang-orang yang telah diselamatkan Tuhan. Tuhan telah memberikan pengampunan dosa bagi kita. Sesungguhnya kita perlu menyadari maksud Tuhan atas diri kita. Kita perlu menyatakan kebenaran firman Tuhan melalui tindakan kita. Ditengah-tengah hidup manusia yang penuh kejahatan ini, kita bisa tampil beda.
Dalam kehidupan ini, baik dalam RT, Pekerjaan, masyarakan, dan gereja ; kita perlu memiliki sifat-sifat yang memesonakan Tuhan dalam panggilan kita sebagai garam dan terang.

-          Saat orang lain menganut istilah ‘lidah tak bertulang’, tapi kita bisa tampil dengan tutur kata yang manis dan sopan.
-          Seorang militer selalu dipandang begitu menakutkan. Betapa bahagianya orang ketika melihat seorang militer yang lembut.
-          Di saat orang tidak setia mengikut Tuhan dengan alasan sibuk, kita bisa tampil dengan menunjukkan kesetiaan kita pada Tuhan.

Dengan hidup dalam Tuhan, maka banyak orang yang bersukacita dan berbahagia. Dengan demikian, kita menjadi berkat bagi banyak orang. Hendaknya, kita dapat menjadi pelaku firman Tuhan dalam seluruh hidup kita. AMIN.

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar