24 November 2012

Daniel 7:9-10;13-14 (Khotbah, 25 Nopember 2012)


MENGHADAPKAN MANUSIA PADA PENGHAKIMANNYA

Daniel dikenal sebagai orang yang ahli mimpi. Suatu ketika, raja Babel bernama Nebukadnezar bermimpi. Sang raja penasaran dengan mimpinya, sebab ia tidak dapat lagi merekonstruksikan, apalagi mengartikan mimpinya. Raja mengadakan sayembara; memanggil orang yang berilmu, ahli jampi, ahli sihir (2:2). Tugas mereka : menceritakan ulang dan mengartikan itu. Banyak para peramal, orang pintar, dukun, datu, ahli sihir memberi minat, namun tak seorangpun dapat menerangkan mimpi itu.
Seorang bangsa Yahudi bernama Daniel meminta pertolongan Tuhan. Daniel si ‘anak buangan’ mampu menceritakan mimpi sang raja (ay. 31-35), bahwa raja   melihat sebuah patung ; berkepala emas, dada dan lengan dari perak, perut dan pinggang dari tembaga, paha dan kakinya dari  besi  campur tanah liat. Kemudian Daniel menjelaskan makna dari mimpi itu. Semua nama-nama permata itu adalah nama-nama kerajaan  yang tergolong kuat dan besar di dunia saat itu, yaitu : Babel, Media, Persia, danYunani. Namun semua kerajaan dunia ini akan lenyap, tak terkecuali Babel yang merupakan kerajaan terkuat.  
Nebukadnezar dapat menerima penjelasan Daniel. Sebagai hadiah, sang raja mengangkat Daniel menjadi penguasa di wilayah Babel dan merangkap sebagai kepala orang-orang bijak. Hidup Daniel berubah dari anak buangan menjadi penguasa di negeri asing. Sama seperti dijelaskan tentang gambaran Negara-negara yang kuat dan luas, semua akan lenyap; demikian juga kuasa yang diterima Daniel pun akan berakhir.
Tuhan memberikan penglihatan kepada Daniel bahwa segala yang pernah ada di dunia harus menghadap Majelis Pengadilan. Ketua Persidangan, yang disebut ‘Yang Lanjut Usianya’ adalah Allah yang akan menetapkan keadilan. Kitab kehidupan dibuka dan Allah bertindak sebagai hakim yang adil.
Seluruh kerajaan yang pernah ada di dunia maupun pribadi-pribadi sombong, yang menentang Allah mendapatkan hukuman. Sungai api menghanguskan dan menghantar mereka pada kelenyapan. Sementara, segala orang, suku bangsa yang hidup penuh kesetiaan berada dalam kuasa dan kemuliaan Tuhan. Sebuah kerajaan dengan kekuasaan yang kekal akan dinikmati oleh orang-orang yang setia. Kerajaan itu tidak akan pernah lenyap. Semua orang-orang yang dikumpulkan pada Kerajaan Allah yang kekal itu mengabdi kepada Allah dengan sukacita. Allah mendirikan Kerajaan yang baru, dimana tidak ada duka dan penderitaan. Itulah sorga yang kekal.

Menurut tanggalan Gerejawi, hari ini disebut MINGGU AKHIR TAHUN GEREJA. Minggu ini sebuah moment untuk mengingat akan adanya kematian. Peringatan ini sesungguhnya bukan sekedar menangisi saudara kita yang telah lebih dahulu meninggal tetapi menyadarkan manusia akan adanya akhir hidup di dunia ini. Kita diingatkan oleh firman Tuhan, bahwa kelak kita juga akan menghadapi kematian dan hari penghakiman. Kita seringkali melihat hidup ini sebagai sesuatu yang sudah mapan. Kita terlena oleh nilai-nilai duniawi. Padahal, apa yang dijelaskan oleh Daniel kepada raja Nebukadnezar, perlu kita renungkan, bahwa tidak ada yang abadi. Segala sesuatunya akan berubah, bahkan musnah digantikan oleh sebuah perbuatan Allah yang abadi. Kita sebagai orang percaya, semestinyalah lebih meletakkan pengharapan kita pada kerajaan Allah yang kekal-abadi itu. Sebelum semua itu terjadi, kita masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaharui diri, memancarkan cahaya iman kita dalam kehidupan ini. Mengisi hari-hari kita dengan perbuatan yang berkenan bagi Tuhan.
Kematian adalah berakhirnya kehidupan di dunia fana ini, yang pasti akan dialami semua manusia. Hanya saja, bagaimana kita memandang kematian itu. Kalau kita memandang kematian itu secara jasmani, maka kematian adalah akhir segalanya. Cara pandang yang seperti itulah yang membuat kita menjadi sangat merasa sedih jika seorang saudara yang kita kasihi meninggal. Namun, jika kita memandang kematian dari sudut keimanan, maka kematian bukan akhir segalagalanya. Dibalik kematian, ada kebangkitan. Yesus berkata : AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP. Siapa yang percaya kepada Yesus mendapat kehidupan, walaupun sesaat harus menempuh kematian. Orang-orang percaya akan bertemu kembali dalam suasana lain. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita dibalik kematian dunia ini ada kehidupan kekal yang Yesus janjikan. Di sini terjadi kehidupan baru, dimana ada langit dan bumi baru. (Wahyu 21 : 5)  "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dunia yang baru itulah yang sesungguhnya tujuan hidup orang percaya. Tidak semua orang dapat merasakan langit dan bumi yang baru itu, hanya mereka yang percaya. Percaya bukan hanya dalam ungkapan kata - kata tetapi ia nyata dalam tingkah dan berkarya. AMIN

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar