30 April 2013

Roma 12:9-12 (Khotbah Minggu, 5 Mei 2013)





 BERTEKUN DI DALAM DOA

Adalah sepasang suami-isteri yang sejak masa muda mereka sudah bergaul dengan Allah. Setiap bulannya mereka menyisihkan 10 % dari pendapatan masing-masing. Uang yang disisihkan itu kemudian dimasukkan ke dalam sebuah kotak.
Setiap memasukkan perpuluhan itu ke dalam kotak, mereka selalu mendahuluinya dengan doa. Saat mereka sudah mempunyai anak-anak, kebiasaan itu tetap mereka lakukan, dan menjelaskan kegunaannya kepada anak-anaknya. Ketika anak-anak itu beranjak dewasa dan sudah bekerja, maka anak-anak itu turut serta melakukannya. Semua mereka menyisihkan pendapatannya dan selalu didahului dengan doa.
Uang yang disebut perpuluhan itu diberikan kepada setiap kebutuhan yang berkaitan dengan gereja ; pembangunan, penginjilan, diakonia, beasiswa untuk mahasiswa teologi, bantuan untuk pendeta yang pensiun dsb. Semua itu dilakukan dengan sukacita tanpa pernah mengharap balasan ataupun supaya dihormati. Keluarga ini tidak pernah batal menyisihkan pendapatannya sekalipun ada kebutuhan lain yang mendesak. Keluarga ini sungguh-sungguh melakukan semua itu dengan penuh ketulusan. Keluarga ini senantiasa hidup dalam doa dan menikmati kebaikan Tuhan.
Minggu ini disebut Minggu Rogate (=berdoa). Doa menjadi sangat penting dalam menggerakkan keseluruhan hidup orang percaya. Nas bacaan kita ini mengajak jemaat Roma untuk menjalani kehidupan Kristen dengan benar. Jemaat sesungguhnya sudah mendapat pengajaran dari dasar kehidupan orang percaya, yaitu berbuat kasih, saling menghormati, perlunya kerajinan, hidup dengan sukacita. Praktek kehidupan seperti itu sebenarnya berlaku juga dalam masyarakat umum (non Kristen). Orang-orang Kristen harus ikut serta dalam tatanan kehidupan masyarakat itu agar tidak menjadi masyarakat yang terisolasi. Kalau demikian, apakah perbedaan praktek hidup orang Kristen dengan orang yang belum menerima Kristus ? Orang Kristen harus mengikuti komunitas masyarakat dunia itu tetapi tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Dalam Roma 12:2, Paulus mengatakan, ‘Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu…’. Praktek hidup di tengah dunia ini merupakan  tuntutan etis untuk menjalin relasi manusia. Tetapi praktek kehidupan itu perlu dibaharui.   Dengan pembaharuan itu, Jemaat Kristen tetap melakukan kebiasaan masyarakat, sehingga tidak perlu tersingkir dari kehidupan umum.
Sebagai contoh, kasih. Mengasihi adalah tuntutan etis dalam kehidupan manusia. Namun, dalam prakteknya kasih itu seringkali dilakukan dengan kepura-puraan ; penuh sandiwara, ada kepentingan diri sendiri, kepopuleran, sanjungan, penghormatan, dan mengharapkan balasan. Hidup yang demikian adalah cara hidup yang berlaku di dalam semua lapisan masyarakat. Tetapi, sebagai orang Kristen semuanya itu haruslah diubahkan. Kasih hendaknya dilakukan dengan segala ketulusan. Itu terjadi jika seluruh praktek kehidupan itu dilakukan dengan doa. Doa kepada Tuhan memampukan kita menjalani praktek kehidupan itu dengan benar. Hidup menjadi indah.

Doa merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan orang percaya. Martin Luther berkata, ‘Doa adalah nafas hidup orang Kristen‘. Doa adalah komunikasi kita dengan Tuhan. Doa menjadi cara kita membangun persahabatan dengan Tuhan. Persahabatan yang senantiasa terjalin dengan Tuhan akan membuat bertumbuh makin mesra dan hidup. Sesuatu yang kita rencanakan dan dilakukan haruslah dibawa dalam doa. Doa akan membimbing kita untuk bertindak, dengan tidak melawan suara hati nurani (suara Roh Kudus). Dengan demikian, kita dimampukan mengungkapkan isi hati kita kepada Tuhan.
Apakah Tuhan mengabulkan doa kita ?
Doa yang dipanjatkan dengan  benar akan didengarkan Tuhan. Amin !
(Mazmur 66:19-20), “Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan, yang tidak menolak doaku.” Siapapun yang berdoa kepada Allah dengan benar, maka Allah pasti akan mengabulkanNya. Hanya saja, kita harus bisa menangkap dan mengenali jawaban Tuhan.
Di dalam doa ada kuasa Allah, sehingga doa dapat menjangkau hal-hal yang kelihatannya mustahil.
-          Doa membuka Laut Merah.
-          Doa memancarkan air dari batu dan menurunkan roti dari surga.
-          Doa menyembuhkan orang sakit.
-          Doa telah membawa pertobatan sekian banyak jiwa.
Menghadapi Pergumulan Hidup
Ditengah-tengah dunia ini kita menghadapi tantangan : ekonomi, sosial, politik, dan tindak kejahatan yang cenderung meningkat. Selain tantangan umum, kita juga menghadapi pergumulan pribadi ; baik dalam keluarga, Rumah Tangga, penyakit, dan pekerjaan. Semangat hidup kita juga dapat kendor karena berbagai faktor, hilangnya pengharapan. Hidup menjadi tidak sukacita.
Saat ini ada ketegangan mengenai budaya (Batak). Timbul pro-konta dalam memahami budaya, sehingga ada yang memandangnya secara negative dan positif. Orang yang yang memandangnya secara negatif karena memahami budaya itu penuh okultisme, dan menyebabkan terkurasnya materi, waktu, dan tenaga untuk melaksanakan upacara adat. Tetapi banyak juga yang memandang budaya itu perlu dilestarikan, bahkan harus dikembangkan, karena dipahami justru Tuhan yang memberikan budaya itu untuk mengatur kehidupan sosial masyarakat. Ketegangan ini akan dapat diakhiri jika setiap orang percaya membawakannya dalam doa. 
Persoalan rumah tangga yang sebenarnya sangat sederhana dapat saja menimbulkan konflik yang tak terselesaikan sampai matahari terbenam. Itu akan menimbulkan penderitaan yang berat. (Efesus  4:26), apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.
Banyak lagi praktek kehidupan dan pergumulan yang kita hadapi/alami. Satu hal yang membawa kita pada kemenangan pergumulan hidup ini adalah, seperti nama minggu kita ROGATE = berdoa. Roh akan membimbing kita untuk berdoa kepada Allah. Dengan doa, kita memiliki kekuatan menghadapi pergumulan hidup ini. Bergembiralah dalam Tuhan dengan doa. AMIN

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar