18 Mei 2013

Yohanes 14:15-26 (Khotbah Minggu, 19 Mei 2013)



ROH MENGINGATKAN PENGAJARAN YESUS

Hubungan baik di antara sesama manusia dengan mengharapkan balasan adalah lumrah. Manusia berbuat baik kepada terhadap sesama (saudaranya), lalu mengharapkan balasan merupakan budaya manusia. Namun bila manusia mengasihi Allah, dari siapakah manusia itu mengharapkan balasan ? Itu yang menjadi sulit bagi manusia untuk mengasihi Yesus. Tetapi itulah yang Yesus katakan kepada para murid, supaya mengasihi Dia. Setelah kebangkitan Yesus, murid-murid begitu antusias 
dalam membangun hubungan dengan Yesus. Mereka memberikan sepenuh hidupnya, dengan sungguh-sungguh mengasihi Gurunya. Itu sebabnya, ketika Yesus hendak terangkat ke sorga, murid-murid merasa sedih. Lalu, murid-murid dituntut mengasihi Yesus, dan kasih mereka kepada Yesus adalah bukti dari mereka menuruti perintahNya, bukan mengharapkan balasan.
Selama  murid-murid bersama Sang Guru, mereka memang telah membangun jalinan cinta kasih. Yesus mengajarkan dan mempraktekkan kehidupan yang benar. Yesus juga memberikan perintah-perintah untuk mereka turuti. Cinta kasih yang tulus bukan hanya terjadi ketika berhadapan tetapi juga saat berjauhan. Itu yang Yesus kehendaki. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku  (14:15). Para murid akan melakukan perintah Tuhan, hanya apabila mereka mengasihi Yesus. Mengasihi Yesus berarti memberlakukan kasih itu nyata dalam kehidupan manusia. Adalah hal yang sulit bagi manusia melakukan perintah Tuhan bila demi kepentingan diri sendiri, kepopuleran pribadi. Mereka tidak akan mendapat upah, bahkan kecewa. Melakukan yang baik demi penghargaan (balasan) bukanlah mengasihi Yesus. Mengasihi Yesus berarti mengosongkan diri, keberanian menyangkal ke-jasmani-an dirinya. Hanya dengan mengasihi Yesus secara benar dan tulus, maka para murid dimampukan menuruti perintah Allah.
Perintah Yesus bukan soal makanan dan minuman melainkan soal Kerajaan Allah, soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma  14:17). Dunia adalah ruang yang jahat. Yesus tahu, bahwa memberlakukan perintahNya bukanlah pekerjaan yang mudah. Yesus menyadari tugas mulia yang akan diemban oleh para murid. Banyak resiko yang harus dihadapi oleh para murid dalam mewujudkan perintah itu, ada tantangan atau cobaan baik dari luar maupun dari dirinya sendiri. Perintah Tuhan Yesus tidak dapat dilakukan dengan sembarangan, menggunakan waktu jika sempat ; tetapi dituntut ketaatan dan konsisten.
Agar para murid berdaya memberlakukan perintah Tuhan Yesus, maka murid-murid akan disertai Penolong, yaitu Roh Kebenaran. Roh Kebenaran itu diberikan oleh Allah Bapa. Karena Tuhan memberikan Roh Kebenaran, maka murid juga harus hidup dalam kebenaran (16). Kebenaran itu bertentangan dengan keinginan dunia atau kehendak manusia, sebab bagi Yohanes, dunia ini jahat adanya. Namun Yesus tidak membiarkan mereka yatim-piatu, Yesus berjanji memberikan Penolong, agar para murid dapat melanjutkan perintah dan pelayanan.  Roh Kebenaran yang akan diutus Tuhan itu disebut juga Penghibur, Roh Kudus (ay. 26 parakletos). Parakletos bisa berarti seorang yang dipanggil datang untuk memberi kesaksian dalam suatu perkara pengadilan untuk kepentingan orang yang dituduh(menjadi saksi)atau juga seorang yang dipanggil datang untuk diminta nasehat dalam situasi yang sulit, mungkin juga seorang yang dipanggil datang untuk memberi semangat yang baru kepada sekelompok serdadu yang patah semangat dan sedih. Parakletos selalu berarti seorang yang dipanggil datang untuk menolong pada saat kesulitan atau kebutuhan. Tetapi bukan itu saja, parakletos dapat memberikan pertolongan bagi yang mengalami kesulitan. Itulah pekerjaan Roh Kudus.Dia mengambil kelemahan dan memberi manusia kemampuan untuk menghadapi hidup. Roh Kudus mengganti hidup yang kalah menjadi hidup yang berkemenangan.
Roh Kudus tidak memaksakan diri untuk memasuki hati manusia; Dia menunggu untuk diterima. Karena itu, bila manusia menghendaki dihinggapi oleh Roh Kudus, haruslah manusia itu menyisihkan waktu di tengah kesibukan dan kerepotan hidup sehari-hari, untuk menunggu dengan tenang kedatanganNya kepada kita.
Dengan menyambut Roh Kudus berdiam di hati kita, maka Ia akan mengajar dan mengingatkan kita dalam seluruh tindak tanduk kita. Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan semua perkataan Tuhan Yesus kepada murid yang dihinggapi Roh Kudus. (a) mengajarkan segala sesuatu. Dalam kuasa Roh Kudus, murid-murid akan diajar dalam bertindak, sehingga tindakannya tidak menjadi batu sandungan kepada orang lain. Roh Kudus akan mengajar para murid untuk makin memahami akan kebenaran. (b) mengingatkan semua perkataan Yesus. Roh Kudus akan mengingatkan setiap perintah Tuhan Yesus yang telah mereka dengar. Sebagai seorang manusia, di dalam diri para murid sangat mungkin timbul pemberontakan atau  perlawanan  dengan perbuatan yang tidak Allah kehendaki. Tetapi juga, dalam  diri  manusia  selalu ada kehendak melakukan apa yang Allah kehendaki. Itulah fungsi Roh Kudus sebagai Pengingat, sehingga para senantiasa diingatkan untuk memberlakukan perintah Yesus.

Pada hari ini disebut hari Pentakosta, artinya lima puluh hari setelah kebangkitan Yesus, maka murid-murid Yesus dipenuhi Roh Kudus. Ada satu peringatan yang perlu kita ingat tentang Roh Kudus, yaitu Lukas 12 : 10 “barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni”.
Hari Pentakosta merupakan peristiwa penting dalam kehidupan umat percaya. Pada hari Pentakosta, Tuhan mencurahkan RohNya, yang membangkitkan spiritual murid-murid maupun orang banyak. Roh yang ada dalam hati murid-murid memberikan semangat baru, yang menumbuhkan keberanian untuk mewartakan Kabar Baik kepada semua orang. Petrus yang dikenal sebagai orang ragu-ragu, tapi dengan kuasa Roh telah dimampukan berkhotbah dan membaptiskan sebanyak 3000 orang.
Di hariraya Pentakosta ini, kita diingatkan untuk melakukan perintah Yesus. Mengasihi Yesus dan menerima Roh Kudus memiliki hubungan yang erat  bagi kita sebagai pelaku-pelaku kasih. Mengasihi Yesus adalah memberlakukan apa yang Yesus perintahkan. Yesus menghendaki dunia yang damai sejahtera, yang boleh terwujud jika sesama manusia itu sendiri saling mengasihi ; pribadi, keluarga, gereja, dan masyarakat dunia. Kasih yang dituntut Yesus memang begitu luas. Karena itu, kasih yang demikian boleh tercipta jika kita dipenuhi Roh Kudus.
Setiap orang yang yang telah menerima Roh Allah senantiasa mengalami pembaharuan. Lalu mengapa manusia tidak mengalami pembaharuan ? Karena manusia itu tidak berkenan membuka hatinya pada kehadiran Roh Kudus. Manusia bertindak dengan pikirannya sendiri. Mestinya, kita yang telah menerima Roh Kudus, lebih mengenal kehendak Allah, mau diperbaharui, mau membaharui, sehingga kehendak Tuhan makin nyata di dunia ini. Gereja-gereja akan dapat bertumbuh jika setiap jemaat berkenan menerima Roh Kudus di dalam hidupnya. Hanya dengan penyertaan Roh Kudus lah, maka gereja dapat mengalami pembaharuan.
Di saat memperingati hari Pentakosta, Hari Turunnya Roh Kudus ini, marilah kita mengundang dan menghayati kehadiran Roh Kudus dalam diri kita, sehingga kita berbuat, bertindak, dan menghadapi pergumulan senantiasa di dalam penyertaan Roh Kudus. AMIN



Artikel Terkait



2 komentar:

  1. terima kasih untuk firman hari ini, merenungkan kembali bagaimana keadaan "roh kudus" yang saya pelihara sekarang.
    walaupun tidak bisa ke gereja,tapi firman ini menguatkanku...

    BalasHapus
  2. Sangat menolong saya dlm mau belajar akan firman dgn pertolongan roh kudus akan memampukan kita dlm mentaati akan perintah Tuhan yg dikasihi & mengasihi kita utk hidup menurut kehendak Than dlm hidup ini .

    BalasHapus