3 Mei 2013

Yohanes 17:20-26 (Khotbah Minggu, 12 Mei 2013)



MENYATU DENGAN YESUS

Yohanes 20:1-26  merupakan satu keutuhan dari Doa Tuhan Yesus. Doa Tuhan Yesus yang panjang ini dapat dibagi dalam tiga bagian : (a) bagian pertama (1- 8) merupakan Doa Tuhan Yesus secara pribadi, (b) bagian kedua (10-19) adalah Doa Tuhan Yesus mengenai murid-muridNya. Begitu berat tantangan yang harus dihadapi murid Yesus. Yesus mendoakan murid-muridNya agar mereka memiliki kekuatan, secara khusus dalam melaksanakan tugas mereka sebagai saksi atau pemberita Injil. (c) bagian ketiga (bacaan kita, 20-26) adalah Doa Tuhan Yesus mengenai orang-orang yang percaya atas pemberitaan murid-murid Yesus.
Dalam ayat 22 Yesus telah memberikan kemuliaan bagi murid-muridNya dan semua orang percaya. 

Kemuliaan adalah dimana manusia itu bukan hanya memiliki tubuh (daging) melainkan juga memiliki rohaniah (spiritual). Demikianlah manusia yang utuh. Kemuliaan yang dari Tuhan itu memampukan orang-orang percaya mengemban perintah Tuhan (ay.4).
Dengan kemuliaan itu pula, Tuhan Yesus berdoa untuk orang-orang percaya (ay. 23) : supaya semua mereka menjadi satu, agar dunia tahu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan supaya orang-orang percaya itu saling mengasihi.
Menjadi satu berarti sehati. Bagaikan sebuah paduan suara, sekalipun ada suara sopran, alto, tenor, bass ; tetapi enak kedengaran. Lagu itu akan lebih menyentuh hati jika semua penyanyi meresapi dan mempunyai pengertian makna yang sama.
Kesatuan yang dikehendaki Yesus jelas bukan kesatuan duniawi (organisasi atau bendera) tetapi menjadi satu dalam memuji Tuhan. Dengan kesatuan yang dilandasi oleh pujian kepada Tuhan maka implikasinya, setiap orang dapat saling menerima, saling menghargai, dan saling mengasihi. Sekalipun kita berbeda latar belakang dan status, seorang dengan yang lain, tetapi kita telah dipersatukan Kristus. Setiap orang harus saling menerima, sebab demikianlah Kristus menerima manusia tanpa membedakan.
Hidup orang percaya yang saling menerima, saling menghargai, dan saling mengasihi maka orang-orang Kristen sudah memberikan kesaksiannya. Hidup menjadi indah. Kesaksian yang demikian dapat membuat banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. Dengan kesaksian yang nyata itu, maka tidak lagi terdengar kekecewaan yang dialami seorang raja. Melalui pembacaan firman Tuhan, sang raja dapat meresapi kasih Kristus yang begitu dalam. Ingin rasanya ia menjadi pengikut Yesus. Namun dalam kenyataannya, ia melihat kehidupan orang-orang Kristen begitu jauh dari kasih Kristus. Seharusnyalah hidup orang Kristen harus dipenuhi dengan kasih, seperti Kristus yang telah mengasihi umatNya.

Kita adalah milik Kristus. Kita semua adalah orang-orang yang telah berada di dalam Doa Tuhan Yesus, dan kita telah diberi kemuliaan. Tuhan telah memberikan kemuliaan bagi kita, untuk memiliki kekuatan menjalani kehidupan ini. Cara hidup kita yang berlandaskan kemuliaan dari Tuhan, maka kita dapat menjadi saksi bagi banyak orang.
Secara organisasi, kita adalah satu ; satu agama, satu gereja. Namun yang lebih utama, kesatuan kita adalah dimana kita semua satu dalam menyembah Tuhan. Persekutuan kita yang utama adalah bagaimana setiap orang merasakan dan menikmati kehadiran Tuhan saat menyembah Tuhan. Alangkah kasihannya jika ada orang yang hadir ke gereja bukan untuk menyembah Tuhan. Betapa sedihnya jika ada orang datang ke gereja untuk sekedar bertemu dengan sahabat atau untuk sekedar disebut orang Kristen. Apalagi bila ada orang datang ke gereja hanya mempersiapkan diri untuk memberikan kritik yang tidak membangun, menyakiti orang lain, mencela saudaranya, menyampaikan kata-kata yang dapat menimbulkan kegaduhan di antara orang lain.
Kesatuan kita hendaknya saling mengasihi. Praktek kesaksian orang Kristen yang terutama adalah mengasihi. Saling mengasihi adalah hal penting dalam ajaran Kristen. Namun, bagaimanakah kita memahami kasih itu ? Kita sudah terbiasa mendengar kasih untuk saling memberi, saling menghargai, dan saling menolong. Itu cukup baik. Dalam minggu ini, saya merasa diberkati oleh pandangan seorang warga GKPI Rawamangun yang ditayangkan sebuah media televise (acara Kick Andy). Beliau menyebutkan : kejujuran (kebenaran) adalah bagian dari kasih. Nilai-nilai kejujuran itu perlu lebih diperjuangkan. Saya sangat terkejut ketika terungkap, bahwa dalam dunia pendidikan pun kejujuran sudah diabaikan. Yang lebih menyedihkan, pendidik sudah mengajari murid untuk berlaku tidak jujur, demi kepentingan pribadi atau lembaga sekolah.
Banyak hal yang dapat kita renungkan mengenai kejujuran. Dalam masa sekarang dan masa-masa yang akan datang, kita perlu memperjuangkan kejujuran atau kebenaran. Yesus Kristus mengajarkan banyak gagasan mengenai kejujuran atau kebenaran. Ide kejujuran bukan hanya dikehendaki oleh orang Kristen tetapi juga oleh semua umat. Jika setiap orang berkenan memperjuangkan kejujuran maka sesungguhnya kita (semua manusia) sudah menjadi satu di dalam Kristus. Sebab, Kristus menghendaki kejujuran dari umatNya. Dengan mempraktekkan hidup yang penuh kejujuran akan menghantar kita menikmati kehidupan damai sejahtera. AMIN

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar