3 Mei 2013

Yohanes 17:20-23 (Minggu 26 Agustus 2018)


             SUPAYA MEREKA MENJADI SATU

Yohanes 20:1-26  merupakan satu keutuhan dari Doa Tuhan Yesus. Doa Tuhan Yesus yang panjang ini dapat dibagi dalam tiga bagian : (a) bagian pertama (1- 8) merupakan Doa Tuhan Yesus tentang pribadiNya, (b) bagian kedua (10-19) adalah Doa Tuhan Yesus mengenai murid-muridNya. Yesus mendoakan murid-muridNya agar mereka tetap memiliki semangat memberitakan Injil.  (c) bagian ketiga (bacaan kita, 20-23) adalah Doa Tuhan Yesus mengenai orang-orang percaya. Orang percaya adalah orang yang telah menerima Injil, melalui pemberitaan murid-murid Yesus. Yesus berdoa bagi orang-orang percaya ini, supaya mereka semua menjadi satu’. 

Kesatuan bagaimanakah yang dikehendaki Yesus ?
21 ‘seperti Engkau, … Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau’. Allah Bapa dan Allah Anak Yesus Kristus adalah satu. Segala tindakan Yesus adalah kehendak Allah. Itu sebabnya, Yesus juga berkata : ‘tapi kehendakMu lah jadi’.
Karena itu, kesatuan yang Yesus kehendaki adalah supaya setiap orang percaya itu ada di dalamNya. Itulah kesatuan yang Yesus kehendaki. Dengan kesatuan orang percaya itu, maka itu menjadi kesaksian, sehingga dunia percaya, bahwa Yesus adalah Allah. Yesus adalah wujud Allah yang hadir di dunia ini. Jadi, tujuan kesatuan tersebut adalah agar dunia tahu bahwa Yesus adalah Tuhan
Apa kekuatan untuk membangun kesatuan itu ?
Dalam ayat 22 disebutkan, ‘Yesus telah menerima kemuliaan (suatu keadaan; luhur, agung, mulia) dari Allah’. Kemuliaan itu bersumber dari Allah, dan itu adalah milik Allah. Kemuliaan itu tidak berhenti pada diri Yesus. Yesus memberikan kemuliaan itu kembali kepada sang pemilik, yaitu Bapa. Bagaimanakah Yesus mengembalikan kemuliaan itu kepada Allah, sang pemilik kemuliaan itu ? Paulus berkata (Filipi  2:8) : ‘Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.’ Dengan kerendahahan dan ketaatan Yesus kepada Allah, bahkan sampai mati di kayu salib, maka manusia menjadi mulia. Manusia telah menjadi luhur, agung, dan terhormat. Tetapi kemuliaan yang diterima setiap orang percaya, harus dikembalikan kepada Allah, sang pemilik kemuliaan itu, dengan memuliakan Allah.
Kesatuan yang dimiliki oleh orang-orang percaya, yang memuliakan Yesus maka dunia menjadi percaya, bahwa Yesus adalah Allah yang datang ke dalam dunia. Dengan demikian, dunia pun menjadi turut percaya, bahwa Yesus adalah Allah.

Melalui Doa Tuhan Yesus ini, betapa pentingnya orang-orang percaya untuk hidup menjadi satu. Semua hidup di dalam Kristus. Hidup dalam kerendahan hati dan ketaatan kita kepada Kristus. Dalam kesatuan yang demikian itulah kita dimampukan memberitakan Injil. Kita, orang-orang percaya menjadi saksi-saksi untuk menyampaikan Kabar Baik, supaya dunia menjadi percaya.
Allah telah memberikan kita kemuliaan. Setiap orang percaya telah menjadi mulia. Tetapi kemuliaan itu tidak boleh berhenti pada diri kita. Kemuliaan itu harus kita kembalikan kepada si Pemberi kemuliaan. Orang-orang yang telah menerima kemuliaan itu dan mempertahankan kemuliaan itu bagi dirinya sendiri, maka ia telah memposisikan dirinya sebagai ‘allah’. Itulah yang disebut mencuri kemuliaan Allah. Ia merasa dirinya kebenaran, ia tidak pernah salah. Kesombongan, keangkuhan terjelma dalam dirinya.
Jika orang-orang Kristen hidup dalam keangkuhan atau kesombongan, maka sesungguhnya Tuhan tidak ada dalam dirinya. Bukan saja ia tidak dapat menjadi saksi, tetapi persekutuan yang telah ada pun dapat tercabik-cabik. Ia jauh dari kehendak Yesus untuk hidup dalam kesatuan.
Firman Tuhan yang indah ini mengajak kita memuliakan Tuhan dengan hidup dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada perintah Tuhan Yesus. AMIN

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar