1 Maret 2014

Matius 17:1-9 (Khotbah, 2 Maret 2014)



BERDIRILAH, JANGAN TAKUT (Matius 17:1-9)

Nas ini mengisahkan sebuah peristiwa misteri, dimana Yesus berubah rupa ; wajahNya bercahaya seperti matahari dan pakaianNya putih bersinar. Perubahan ini menunjukkan bahwa Yesus adalah yang termulia. Selain perubahan itu, para murid juga menyaksikan Yesus sedang berbicara dengan Musa dan Elia. Keduanya adalah tokoh rohani yang selalu dikenang oleh umat Tuhan, karena mereka selalu menyerukan agar umat Allah melakukan pembaharuan hidup. Musa adalah penerima hukum-hukum Allah di gunung Sinai, yang pemenuhannya ada dalam diri Yesus. Sedangkan Elia adalah seorang nabi yang diharapkan para nabi sesudahnya akan diutus Allah untuk memperingatkan manusia akan penghakiman Allah.

Percakapan Yesus yang kudus itu dengan dua tokoh yang tidak asing, dan suasana di puncak gunung telah membuat ketiga murid Yesus merasakan kebahagiaan luar biasa. Petrus ingin menikmati suasana bahagia ini lebih lama lagi, sehingga secara spontan ia menawarkan untuk mendirikan kemah bagi ketiga tokoh itu. Saat Petrus mengungkapkan rasa sukacitanya pada Yesus, tiba-tiba terdengar suara dari dalam awan, yang menunjukkan bahwa Yesus sungguh-sungguh Anak Allah. Mendengar suara itu, suasana bahagia berubah menjadi ketakutan, bahkan mereka tersungkur. Mereka takut dan tersungkur karena teringat akan perkataan Yesus enam hari sebelumnya, bahwa Yesus akan menanggung banyak penderitaan (Matius 6:21) telah menunjukkan kebenaran. Mereka yang sebelumnya tidak percaya, kini harus menerima kenyataan. Ini adalah gambaran bahwa manusia selalu takut menghadapi sesuatu hal di luar pemikirannya.
Namun Yesus tidak membiarkan murid-muridNya selalu dalam ketakutan. Yesus menyentuh dan menyapa mereka dengan perkataan ‘berdirilah, jangan takut’. Yesus memulihkan mereka.  Yesus tidak membiarkan mereka tersungkur dalam ketakutan. Yesus membangkitkan mereka dalam suatu pengertian dan pengharapan yang baru. Kini mereka sadar bahwa Yesus adalah Mesias, yang datang untuk memberi kehidupan dan keselamatan. Dengan peristiwa itu mereka boleh percaya setiap perkataan Yesus, sehingga mereka tidak perlu takut menghadapi segala yang terjadi dalam kehidupan ini.
Peristiwa ini memang terjadi menjelang Yesus diperhadapkan dengan suatu kematian yang tragis tetapi akan diikuti dengan kebangkitan. Anak Manusia adalah seorang Juruselamat (Mesias), yaitu orang yang dipilih Allah untuk memerintah dunia dan seluruh penghuninya. Oleh sebab itu, peristiwa yang dialami oleh ketiga murid ini hendak menguatkan keyakinan mereka kepada Yesus sebagai Anak Allah.
Peristiwa yang dialami oleh ketiga murid ini bukanlah sulap-sulapan, melainkan sebuah peristiwa sorgawi, yang kelak akan dialami oleh setiap orang percaya dalam kehidupan kekal. Pengalaman ketiga murid ini akan menjadi sebuah kesaksian bagi umat manusia untuk percaya pada peristiwa sorgawi. Itulah yang menguatkan setiap orang untuk berpengharapan dalam menjalani kehidupan ini sampai memperoleh kehidupan abadi.

Manusia mencari damai dan kebahagiaan dalam hidup ini. Tetapi manusia seringkali jatuh ke dalam kesedihan, kekhawatiran, dan ketakutan. Semua ini akan membuat manusia kehilangan pengharapan dan tidak mampu bertindak dengan benar, yang mengakibatkan manusia makin jatuh ke dalam dosa. Ini akan membuat manusia tidak mampu menjalani kehidupan ini, bahkan makin hilangnya pengharapan.
Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya. Ia menyentuh dan menyapa kita, ‘berdirilah, jangan takut’. Panggilan Yesus ini dapat kita respon dengan mengaku atas segala dosa yang kita perbuat, untuk tidak mengulanginya. Kita percaya dan menjadikan firmanNya menjadi pedoman hidup kita. Tuhan tidak akan membiarkan kita, Tuhan tidak akan meninggalkan kita, hanya tetaplah teguh berdiri dijalanNya!
Kita tidak patut menggantungkan hidup ini pada pikiran kita sendiri. Kita perlu membuka ruang bagi Tuhan Yesus untuk menuntun hidup kita. Sesungguhnya Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya. Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera dan segala jalanNya adalah sempurna. Oleh sebab itu biarlah kita tetap teguh berdiri dijalanNya dan tidak goyah, jangan bimbang. Tuhan tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita, hanya tetaplah teguh berdiri dijalanNya!
‘Berdirilah, jangan takut’ merupakan perkataan Yesus yang sangat berkuasa atas jiwa dan roh kita. Perkataan Yesus ini akan memampukan kita dikuatkan dalam menghadapi kehidupan ini. Perkataan Yesus ini menjadi kekuatan bagi kita dalam menghadapi tantangan-tantangan dan masa-masa sulit dalam hidup ini. Ketika kita lelah menghadapi hidup ini, pandanglah pada Yesus. Berdirilah, jangan takut. AMIN

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar