1 Juli 2014

Mazmur 145:8-14 (Minggu, 6 Juli 2014)



PEMERINTAHAN ALLAH KEKAL SELAMANYA DAN PENUH KASIH SAYANG

Pada tahun politik ini, Negara kita mempersiapkan pemerintahan lima tahun ke depan. Rakyat Indonesia turut terlibat di dalamnya melalui pemilihan Legislatif yang telah dilaksanakan pada bulan April lalu. Kita telah memilih dan menetapkan pilihan kita, sehingga nanti terbentuk DPR/DPRD dan DPD. Keterlibatan rakyat Indonesia(termasuk kita) masih diperlukan lagi kontribusinya untuk menentukan Presiden dan wakil Presiden. Kita selayaknya menggunakan hak konstitusi kita. Kita berhak menentukan pilihan kita. Kita tentunya berharap, Presiden dan wakil Presiden terpilih dapat menjalankan roda pemerintahan yang baik. Karena itu, mari kita bersama dengan seluruh rakyat ikut ambil bagian dengan memberi hak suara dalam pilpres pada hari Rabu, 9 Juli 2014.
Suara kita turut menentukan model pemerintahan ke depan. Oleh sebab itu, pada hari tersebut,  saudara harus melakukan : (1) pastikan saudara akan pergi ke TPS untuk memberikan hak konstitusi, dan (2) tetapkan dan coblos gambarnya sebagai Presiden Pilihan. Biarlah melalui pemilihan tahun ini akan terbentuk pemerintahan yang membawa negeri ini ke arah kehidupan yang lebih baik.
Mazmur 145 dari Daud ini menghantar kita melihat kehidupan dalam pemerintahan Allah. Daud yang menyerahkan hidupnya dalam kendali Tuhan memperoleh pengalaman yang kemudian menjadi pedoman hidupnya. Pengalaman rohani yang indah ini dituangkan Daud dengan ungkapan-ungkapan yang mengena pada kehidupan umat Tuhan.
Umat Tuhan pernah hidup dalam pemerintahan Allah (theokrasi). Di dalam pemerintahan yang demikian, Allah memimpin umatNya dengan penuh kasih setia. Umat Tuhan memiliki pemahaman sebagai sebab akibat, yang melakukan kesalahan akan mendapat ganjaran. Tetapi, ketika umat Tuhan berbuat dosa, Tuhan mengampuni Israel dari segala dosanya. Ini menunjukkan Tuhan melebihi segala pikiran mereka. ‘kasih sayang’ : Tuhan tidak menghukum mereka sebagaimana seharusnya. Dengan kasih sayang itu, umat Tuhan dapat hidup dalam sukacita dan damai sejahtera. Hidup dinikmati sebagai anugerah Tuhan.
Kasih setia Tuhan bukan saja diberikan kepada bangsa Israel tetapi juga kepada semua orang. Allah bertindak baik kepada semua orang tanpa membedakan status manusia. Tiap orang menikmati kasih Tuhan di dalam hidupnya. Kebaikan Tuhan itu dilakukan pada semua orang tanpa ada diskriminasi. Allah setia pada keadilan untuk menyelamatkan umat manusia.
Kasih setia dan keadilan Tuhan cukup menumbuhkan rasa syukur. Rasa syukur diungkapkan dengan memuji Tuhan. Memuji Tuhan dilakukan dalam berbagai ibadah untuk mengagungkan Tuhan. 
Allah baik kepada semua orang. Tuhan memiliki kebaikan yang universal tetapi juga memiliki kebaikan secara khusus kepada umatNya. Dalam kekhususan ini, Tuhan mengembankan tugas panggilan kepada umat pilihanNya, untuk mempersaksikan rahmat Tuhan itu. Mereka melanjutkan kasih setia Tuhan itu dengan mewartakan kemuliaan dan keperkasaan Tuhan.
Kondisi yang penuh rahmat (kasih sayang dan keadilan) dipahami sebagai kerajaan Allah, dimana Tuhan memerintah dan melaksanakan kehendakNya. Kerajaan Allah yang demikian diinginkan oleh setiap orang sepanjang abad, sebab di situ umat menikmati kasih dan keadilan Tuhan. Kerajaan Allah yang penuh kasih setia dan keadilan itu bukan ‘nanti dan di sana’, tetapi ‘kini dan di sini’, berlangsung di tengah dunia ini. Tuhan kembali menampakkan keadilanNya dalam pemerintahan Kerajaan Allah itu. Daud memiliki pemahaman lebih luas, bahwa pemerintahan dalam Kerajaan Allah tidak harus didominasi oleh satu keturunan tetapi dapat diisi oleh semua suku bangsa. Yang utama, pemerintahan itu haruslah memiliki visi menciptakan dunia yang penuh kasih dan keadilan, dan perdamaian. Oleh sebab itu, orang yang demikian haruslah orang yang telah merasakan perbuatan kasih Tuhan dan terpanggil untuk melakukan kehendak Allah, yang berkeadilan.
Bentuk konkrit dari pemerintahan Allah adalah (14) : ‘TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk’. Hal ini mau mengingatkan bahwa Allah senantiasa setia dalam janji dan perbuatanNya. Dan keadilan Tuhan nyata dan tampak dalam kasih setiaNya terhadap orang-orang yang menderita atau orang-orang  yang  mengalami ketidakadilan. Allah begitu dekat/peduli  dengan memenuhi kebutuhan setiap orang yang berteriak minta tolong kepadaNya. Allah kita adalah Allah yang penuh kasih sayang.

Allah menghendaki KerajaanNya diwarnai oleh kasih sayang dan keadilan. Keadilan bukan soal pemerataan tetapi pemberian kesempatan hidup bagi setiap orang mengekpresikan dirinya, sehingga tidak ada ketertindasan. Bukan soal minoritas tetapi soal kebebasan hidup.
Sebagai orang percaya, kita patut mengaminkan kasih setia Tuhan. Perjalanan hidup yang kita lalui layak membuka hati kita merasakan kasih setia Tuhan, yang selalu mengulurkan tanganNya  untuk memberi makanan dan kebutuhan hidup kita. Terkadang kita memang mengabaikan kasih Tuhan ketika kita begitu rakus dengan dunia ini. Bukankah Tuhan memberikan segala kebutuhan hidup kita. Ketika kita pernah jatuh, bukankah Tuhan juga menolong kita ? Kasih Tuhan yang telah kita kecap seharusnya juga mendorong kita mewartakan kasih Tuhan bagi banyak orang. Hendaklah kita juga membagi kasih bagi orang-orang yang membutuhkannya. Inilah bentuk keadilan yang harus kita berlakukan dalam hidup ini.
Sebagai umat yang telah menikmati kasih dan kebaikan Tuhan maka kita boleh makin memuji dan memuliakan Tuhan. Biarlah setiap anggota keluarga turut merasakan keadilan dan kasih sayang yang Tuhan nyatakan. Memuji Tuhan melalui ibadah di tengah keluarga, lingkungan, dan persekutuan adalah bentuk konkrit kita mensyukuri segala anugerah Tuhan. Karena itu, mari kita membangun hubungan yang lebih indah. Kita menyisihkan waktu untuk duduk bersama-sama sambil memuji Tuhan. AMIN

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar