1 November 2016

Roma 1:1-7 MINGGU ADVENT IV



          IA ADALAH ANAK ALLAH YANG BERKUASA

Kita telah memasuki Minggu Advent IV. Kita mungkin telah merayakan Natal di beberapa tempat, dan puncak Natal akan kita rayakan pada tanggal 24-25 Desember ini. Natal menjadi sebuah sukacita bagi orang-orang percaya. Siapakah yang kita rayakan itu ? Ia bukan sekedar seorang bayi montokl yang lahir di tengah dunia ini, juga bukan sekedar manusia yang diperanakkan dari keturunan raja Daud, tetapi Dia yang telah bangkit dari kubur mengalahkan kematian. KebangkitanNya menunjukkan bahwa IA ADALAH ANAK ALLAH YANG BERKUASA. Ia berkuasa atas kehidupan, Ia tidak dikuasai oleh maut. Dia adalah Yesus Kristus, Tuhan yang telah memberikan pengharapan bagi orang percaya. Oleh sebab itu, Natal memang menjadi sukacita yang tak terbendung bagi orang-orang percaya.

Yesus Kristus adalah Injil yang dikisahkan dalam Kitab Suci sebagai Berita sukacita. Secara lahiriah (daging), Yesus dilahirkan sehingga Ia juga mengalami kematian. Paulus hendak menekankan bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh manusia, dari keluarga raja Daud. Kitab Matius dan Lukas dengan indah sekali mengisahkan asal-muasal nenek moyang Yesus, yaitu dari keturunan Daud. Namun yang lebih utama dari keturunan lahiriah itu adalah kebangkitanNya. Yesus bangkit dari orang mati, Dia mengalahkan maut dan naik ke sorga. Kitab Suci mengisahkan berita sukacita itu agar manusia boleh percaya dan memiliki pengharapan. Kebangkitan Kristus tersebutlah yang menjadi dasar untuk mempercayai bahwa Yesus adalah Anak Allah yang berkuasa.
Allah telah merencanakan semua itu, yang dilaksanakan melalui kuasa Roh Kudus. Roh Kudus berkarya dalam membangkitkan Yesus dari kematian. Hal ini membuktikan bahwa Yesus sungguh-sungguh Anak Allah. Ia adalah Anak Allah yang memilikii kuasa atas manusia dan dunia.
Yesus memberikan kasih karunia
Manusia telah jatuh ke dalam lumpur dosa. Manusia bergelimang dan menikmati dosa itu. Manusia telah menjadi hamba dosa. Penghambaan diri manusia kepada dosa telah membuat manusia itu jauh dari sukacita dan kedamaian. Yesus Kristus datang mengangkat manusia dari kubangan dosa itu. Dalam diri Yesus Kristus, manusia menerima pengampunan dosa. Yesus Kristus menebus manusia dari perhambaan dosa. Yesus Kristus melaksanakan semua itu sebagai wujud kasih Allah bagi manusia. Yesus membebaskan manusia dari belenggu dosa, semata-mata hanya karena anugerahNya. Sungguh, Yesus Kristus adalah Anak Allah yang berkuasa.
Jabatan rasul
Paulus sungguh mengakui bahwa jabatan yang melekat pada dirinya sebagai rasul juga merupakan anugerah Yesus Kristus. Rasul adalah orang yang dipilih oleh seorang pemimpin untuk melakukan tugas istimewa. Di sini, rasul berarti seorang yang dipilih oleh Allah untuk menyebarkan berita tentang Yesus, yang disebut juga ‘Kabar Baik’ atau ‘Injil’. Kabar Baik itu adalah berita tentang Yesus yang membawa manusia pada Kerajaan Allah. Dalam tugas jabatan itulah Paulus memiliki tanggung jawab untuk menuntun semua bangsa supaya percaya kepada Injil Penyelamat itu.
Bagi Paulus, Roh Kuduslah yang membebaskan umat Allah yang baru dan mengubah kehidupan mereka, sehingga mereka dapat mengalami damai sejahtera dan taat kepada Allah. Roh memberikan kemampuan kepada mereka untuk memahami kehendak Allah, untuk hidup bersama dalam kasih, untuk melihat apa yang mereka dapatkan pada masa depan dan untuk melaksanakan berbagai tugas di dalam jemaat. Roh Kudus mengerjakan  di dalam mereka kasih dan cara hidup sesuai dengan kehendak Allah.
Jemaat Roma adalah juga bagian dari penerima kasih karunia Kristus. Mereka yang bersekutu telah dipanggil menjadi milik Kristus. Mereka telah dikuduskan sehingga layak turut serta menjadi ahli waris dalam Kerajaan Allah.

Kita adalah orang yang telah dikuduskan oleh Tuhan. Kita mestinya memelihara kekudusan itu melalui hidup yang benar dan jujur, sehingga berkenan bagi Tuhan. Hindarkanlah dirimu dari dusta demi kuasa, jabatan, uang dsb. Jauhilah hidupmu dari kepura-puraan. Tuhan memiliki kuasa untuk mengetahui kedalaman hati dan pikiran setiap manusia. Jangan lagi perhamba dirimu kepada kejahatan tetapi hiduplah dalam kebenaran, sebab Tuhan telah menebus kita dari hamba dosa.
Kristus Yesus juga telah memilih dan menetapkan kita sebagai hambaNya. Hamba Tuhan adalah orang yang telah dimerdekakan dari dosa kejahatan. Tuhan memanggil umatNya untuk mewartakan Berita Sukacita kepada banyak orang, sehingga setiap orang dapat menikmati hidup sukacita dan  damai sejahtera.
Kita merayakan dengan sukacita atas kelahiran Tuhan kita, Yesus Kristus. Sukacita kita tidak berhenti di sekitar Desember tetapi hendaklah kita senantiasa bersukacita sambil menantikan kesempurnaan kuasaNya. AMIN



Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar