2 Juni 2018

Yesaya 41:14-20 MAHA KUDUS



             ALLAH YANG MAHA KUDUS PENOLONG DAN PENEBUS

Tuhan mengutus hambaNya untuk menyatakan kabar baik bagi umatNya. Hamba yang diutus bukanlah hamba murahan tetapi hamba yang berkwalitas. Karena itu, Tuhan yang memanggil, memilih, dan membentuk hambaNya sedemikian rupa agar setiap firman yang disampaikan tidak kembali dengan sia-sia. Tuhan yang memilih dan mengutus itu adalah Allah yang Mahakudus.

Tuhan memilih dan akan mengutus Yesaya yang disebut sebagai ‘cacing’ Yakub dan ‘ulat’ Israel. Cacing adalah binatang yang lemah dan ulat adalah kehinaan. Sesungguhnya, Yesaya itu adalah manusia lemah dan hina. Karena itu, sebelum mengemban tugas pengutusan itu, maka Tuhan akan lebih dahulu membentuk  Yesaya menjadi ‘papan pengirik yang tajam dan baru.’ Dengan demikian ia dapat mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya, dan bukit-bukit pun akan dibuatnya seperti sekam.
Bahasa kiasan ini hendak mengatakan bahwa sekalipun Yesaya hanya manusia lemah dan hina tetapi dengan kekuatan dari sang Mahakudus, ia dimampukan memporakporandakan kekuatan musuh. Babel adalah musuh yang memiliki kekuatan luar biasa, namun Yesaya akan tampil dengan kekuatan Allah yang Mahakudus itu. Selanjutnya, Yesaya akan menampi mereka. Musuh-musuh itu akan lenyap dan terserak begitu saja. Semua itu boleh terjadi karena kemahakudusan Tuhan menyertai Yesaya. Sementara umat Tuhan akan bersorak-sorai atas kemenangan.
Tuhan bukan hanya membebaskan dari cengkeraman musuh tetapi Allah yang kudus itu akan memelihara kehidupan umatNya. Tuhan tidak membiarkan umatnya hidup dalam kesengsaraan dan kehausan. Tuhan juga akan memberikan kesejahteraan bagi umatNya ; membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, membuat mata-mata air membual di tengah dataran; membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering. menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya,
Tuhan yang Mahakudus itu sungguh – sungguh memberkati umatNya. Tuhan menunjukkan kemahakuasaan dan kekudusanNya. Tuhan yang menolong umatNya dari pembuangan dan menebus dari belenggu dosa. Tuhan akan melimpahkan kebutuhan umatnya, menyegarkan jiwa dengan makanan dan minuman, menyediakan taman taman rindang yang indah dan hutan hutan kecil. Pemeliharaan penuh rahmat ini menguatkan iman umat Tuhan dan bersukacita.
Apa yang tak terpikirkan manusia, tapi Tuhan dapat melakukannya (mujizat). Maksud dari semua yang Tuhan perbuat ini adalah (41:20) ‘supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan TUHAN yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.’
Kekudusan Allah memisahkan-Nya dari seluruh makhluk lain, yang membuat-Nya terpisah dan jauh dari segala hal duniawi. Kekudusan itu membuatNya tidak akan terjangkau pikiran. Kekudusan Allah membentuk misteri mengenai kedahsyatan Allah. Yesaya melihat dan merasakan kekudusan Allah. Walaupun ia adalah nabi dan orang benar, tetapi membuatnya menjadi sangat peka kepada kenajisannya dan merasa dirinya akan celaka (Yes 6:5). Bahkan, malaikat di hadirat Allah, yang menyerukan “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Mahakuasa,” menutup wajah dan kaki mereka dengan empat dari enam sayap mereka. Menutup wajah dan kaki ini menunjukkan kekaguman dan hormat akan kehadiran Allah secara langsung.

Allah kita sungguh Mahakudus. Allah yang Mahakudus itu tidak kompromi dengan dosa. Karena kekudusannya itu, Allah menolong umatNya. Pertolongan Tuhan akan genap ketika umatNya mengenal dan percaya kepadaNya. Demikianlah ia bersukacita di dalam persekutuan bersama Tuhan. Melalui kekudusanNya, Tuhan menebus kita dari cengkeraman dosa, yang membuat hidup manusia dilingkupi kegelisahan. Tuhan yang Mahakudus  telah menolong dan menebus kita, sehingga kita layak menjadi anak-anakNya.
Tuhan memakai umatNya. Kelemahan dan kehinaan bukan menjadi penghambat bagi kita untuk diutus/melayani Tuhan. Tuhan justru mengutus Yesaya yang hanya cacing dan ulat. Pengutusan kita bukanlah karena kemampuan diri kita sendiri melainkan kuasa Tuhan. Yang utama kita menyadari kemahakudusan Tuhan dan berkenan mempersembahkan diri kepadaNya.
Segala yang kita miliki bukanlah atas kuasa dan kekuatan kita. Tuhan menata kehidupan kita. Perbuatan Tuhan bagi kita adalah karena Dia kasih kepada kita dan agar kita menyadari kemahakuasan Tuhan. Hanya Dia lah Tuhan yang patut kita sembah. AMIN

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar