Tampilkan posting dengan label Gereja. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Gereja. Tampilkan semua posting

21 Februari 2012

Mengapa Tata Letak Mimbar Khotbah Kita Tidak Seragam?


Judul di atas merupakan pertanyaan yang sering dilontarkan anggota jemaat, penatua juga rekan sekerja kepada penulis. Memang pada kenyataannya di gereja kita GKPI - juga gereja-gereja tetangga yang sealiran - tata letak mimbar khotbah tidak seragam, ada yang letaknya ditengah-tengah dan ada yang letaknya di sebelah kanan altar. Mengapa bisa demikian? Dalam tulisan ini penulis mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut dari sudut pandang sejarah dan makna teologisnya. Tentu kebenarannya tidaklah mutlak. Diharapkan tulisan ini mendapat tanggapan positif dari para pembaca.

Janganlah Menjadi Jemaat Yang Egoistis Dan Egosentris


Pendahuluan
Sudah sering diajarkan atau dikhotbahkan dalam Jemaat kita tentang tiga panggilan, tugas dan fungsi gereja, yaitu marturia atau bersaksi, koinonia atau bersekutu dan diakonia atau pelayanan kasih. Yang lain menyatakan tugas, panggilan dan fungsi gereja ialah: pastorat atau penggembalaan, diakonat atau pelayanan kasih dan apostolat atau mengabarkan Injil. Ada juga yang merumuskan tugas, panggilan dan fungsi gereja itu berdasarkan arahnya, yaitu yang arahnya ke dalam (persekutuan, pengajaran, penggembalaan dan pemuridan), yang arahnya ke atas (ibadah yang berisi pujian, doa dan persembahan), dan yang arahnya ke luar atau misi (pekabaran Injil dan pelayanan diakonia kepada orang di luar Jemaat). Sudah sering dikatakan agar Jemaat itu jangan hanya memikirkan dan mengurus dirinya saja dan jangan hanya menyediakan anggaran untuk kebutuhan internal saja. Jika demikian halnya, berarti Jemaat itu sudah menjadi Jemaat yang bersifat egoistis dan egosentris, artinya hanya terarah ke dalam dirinya dan hanya berpusat kepada dirinya sendiri.