14 September 2020

Lukas 17:26-37 BENCANA ALAM

 ALLAH MENYATAKAN KUASANYA MELALUI BENCANA ALAM

 Sudah 6 bulan lamanya covid19 mewabah di negeri kita, Indonesia. Pandemik ini sebelumnya sudah lebih dahulu merajalela di negeri lain. Wabah ini cukup mengganggu kehidupan manusia hingga saat ini : cara menularnya begitu hebat, korban meninggal cukup banyak, manusia seperti tak berharga, sangat mencekam, mengganggu ekonomi negara, bukan hanya Indonesia tetapi seluruh dunia, cara penanganannya (vaksin) yang belum ditemukan.

Ragam tanggapan/pendapat atas covid19 ini bermunculan : ada yang menyebut ini bencana biasa karena seperti ini sudah pernah terjadi, ada menganggap ini bencana alam, ada juga yang mengaitkannya dengan politik. Tak ketinggalan para ahli agama pun turut memberi tanggapan, bahkan ada yang menyebut bahwa inilah akhir zaman.

Di dalam Alkitab, peristiwa atau bencana alam memang seringkali dikaitkan dengan kehadiran atau maksud Tuhan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan atas bencana hubungannya dengan hidup manusia. yang terjadi pada masa Nuh dan Lot.

1.    Nuh dan Lot (27-30)

Nuh tinggal di lingkungan masyarakat yang begitu buruknya. (Kejadian 6:12) : ‘Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.’ Mereka tidak percaya pada firman Tuhan, dan hidup dalam kejahatan. Hampir tidak ada lagi orang benar di kota itu.

Tetapi Nuh setia dengan firman Tuhan. Ketika Tuhan berfirman kepada Nuh untuk membuat bahtera, ia melakukannya dengan taat sekalipun orang lain mentertawainya. Akhirnya, terjadilah bencana alam, hujan lebat selama 40 hari. Air melingkupi seluruh bumi. Nuh dan seluruh keluarga beroleh selamat.

Lot tinggal dimana manusianya hanya makan-minum, jual-beli, perzinahan, menanam dan membangun rumah. Tetapi tidak ada lagi yang benar. Tuhan mendatangkan bencana, Tuhan menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora (Kejadian 19:24).

Malaikat Tuhan menyelamatkan Lot dan keluarganya. Tetapi isteri Lot menjadi tiang garam, karena hatinya terpaut dengan harta dunia.

2.    Jangan terikat oleh harta dunia ini (31-33)

Jelang hari kedatangan Tuhan juga akan terjadi bencana alam yang besar. Tuhan Yesus mengingatkan, agar pada saat itu orang-orang tidak fokus kepada harta dunia.

Apa yang hendak Yesus katakan ialah agar manusia tidak berdua hati kepada Tuhan dan harta dunia ini. Yesus menghendaki setiap orang agar teguh beriman dan pengharapan. Harta dunia tidak menyelamatkan nyawa. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata (33) : ‘Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.

3.    Allah mengetahui hati manusia (34 – 36)

Dalam hidup ini ragam perilaku manusia ;

-          ada yang melakukan firman Tuhan baik dengan kata dan perbuatan,

-          ada juga yang tampak hanya dikata-kata seperti orang taat tetapi jauh dalam perilakukanya,

-          ada juga perbuatannya seperti Tuhan perintahkan tapi kata-katanya banyak menyakitkan,

-          ada yang hidup penuh kemunafikan

Tetapi Tuhan mengetahui semua itu, dan akan menjadi Hakim atas semua manusia. Tuhan akan menghakimi (menyaring) manusia menurut keadilanNya. Bagi Tuhan tidak ada yang tersembunyi. Tuhan mengetahui hati dan perbuatan setiap orang.

Bencana alam yang terjadi itu menimbulkan pertanyaan bagi murid-muridNya : ‘Di mana, Tuhan’ ?

Artinya : Dimanakah peristiwa dahsyat itu akan terjadi ? Yesus menjawab : ‘Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.

Burung nasar adalah pemakan bangkai, baik bangkai manusia maupun bangkai hewan.

Artinya, Yesus tidak menetapkan suatu lokasi, tetapi bisa terjadi dimana-mana, bahkan mayat akan bergelimpangan di seluruh tempat akibat bencana.

 

Apa yang hendak dikatakan dengan nas ini ?

1.    Agar setiap orang percaya akan firman Tuhan, sebab Tuhan pasti menggenapi seluruh firmanNya

2.    Janganlah orang bersandar kepada harta dunia ini, sebab semua itu tidak memberi jaminan bagi manusia, baik di dunia ini maupun akhir zaman

3.    Peristiwa alam hendaklah menjadi tanda-tanda bagi setiap orang untuk merenungkan iman dan perbuatannya.

Saat ini kita berada dalam situasi covid19. Peristiwa ini cukup mengganggu, bahkan sangat menakutkan. Masalah covid19 ini merupakan bencana besar, sebab hampir seluruh dunia terimbas. Seluruh Negara mengalami gangguan ekonomi. Covid19 telah mengena pada seluruh sendi-sendi hidup manusia.

Apakah covid akan membinasakan seluruh manusia ? Kita tidak tahu ! Yang jelas, ketika bencana alam terjadi, air menutupi seluruh bumi, tetapi Nuh dan keluarganya beroleh selamat. Nuh dikenal sebagai orang beriman. Ia taat melakukan perintah Tuhan. Sementara, isteri Lot menjadi TIANG GARAM karena hatinya terpaut pada hartanya.

Peristiwa covid19 telah terjadi di negeri kita selama 6 bulan. Peristiwa ini telah memberi pengaruh besar. Berbagai aktifitas kita terganggu, ekonomi terganggu, mungkin juga di antara kita ada kehilangan keluarga. Kita belum tahu apa kelanjutan dari semua bencana covid ini. Tetapi melalui firman Tuhan ini, kita diajak untuk beriman. Satu hal yang ditunjukkan oleh orang beriman adalah agar manusia tidak fokus menggantungkan hidupnya pada harta dunia ini.

Karena itu, di tengah-tengah situasi yang sulit saat ini, marilah kita mengokohkan iman percaya, dan kita puji Tuhan dengan segenap hati. AMIN