27 Oktober 2017

Matius 22:34-46 LAKUKANLAH KASIH



        KASIH KEPADA ALLAH DAN SESAMA

Umat Tuhan sudah mengenal ‘kasih’ sejak zaman Perjanjian Lama. Kata itu sudah menggema dalam ajaran umat Tuhan. Para penguasa agama telah mengumandangkan itu dalam ajarannya, yang tertuang di dalam Taurat. Sayang sekali penguasa agama memberikan ‘tafsir terlalu dalam’. Mereka mengurai hukum Taurat itu dengan 613 aturan (kasuistik), yang membuat membuat orang kecil dan lemah menggelepar. 

20 Oktober 2017

Mazmur 96:1-9 TUHAN MAHA BESAR



      CERITAKANLAH KEBESARAN TUHAN
                 Mazmur 96:1-9

Dua hal yang dihimbau pemazmur dalam nas ini untuk dilakukan umat Tuhan adalah bernyanyi dan bercerita. Bernyanyi sudah menjadi bagian dari peribadahan umat Tuhan. Namun kali ini, pemazmur tidak sekedar mengajak bernyanyi (lagu lama) tetapi melantunkan nyanyian baru. Nyanyian baru yang dimaksud bukan soal not atau liriknya melainkan muatan/isi lagu itu sendiri. Isi nyanyian itu tentu begitu penting. Karena pentingnya, selain dinyanyikan, pemazmur juga menghimbau supaya isi/muatan nyanyian juga perlu diceritakan. Selanjutnya, pemazmur tidak ingin nyanyian itu sekedar lagu dan cerita belaka tetapi agar konten lagu tersebut dapat diimplementasikan di dalam kehidupan umat.

12 Oktober 2017

Filipi 4:1-9 (BERSUKACITALAH)



           BERSUKACITALAH DALAM TUHAN

Manusia pasti ingin menikmati hidup sukacita. Jika tidak, berarti anda sudah gila ! Sukacita adalah dimana manusia merasakan suatu keindahan yang luar biasa. Pada saat ini manusia wajib menikmati hidup sukacita. Beberapa pendapat mengatakan bahwa berbagai jenis penyakit sekarang ini disebabkan kurangnya (tidak) bersukacita. Manusia stress dan jatuh dalam berbagai jenis penyakit. Itu sebabnya, ketika ada orang yang sakit kita hibur/kuatkan orang itu dengan perkataan : ‘jangan banyak berpikir ….. ngak usah dipikirkan semuanya’. Kita sesungguhnya berkata : Bersukacitalah !