26 April 2017

Lukas 24:13-35 (Emaus)



         MENYADARI APA YANG DIIMANI

Keadaan hidup ini sering berulang-ulang dengan suasana yang berbeda. Karena itu, mendengar, mengerti, dan mengingat atas suatu peristiwa atau perkataan sangatlah penting. Pengabaian atas semua itu dapat menjadikan keliru dan gagal paham atas suatu peristiwa yang mengikutinya.
Ketika bersama murid-muridNya, Yesus telah mengungkapkan segala peristiwa yang akan terjadi pada diriNya. Yesus mengungkapkan dan mengajarkan banyak hal kepada para muridNya. Andaikan mereka focus pada setiap ungkapan Yesus maka kematian dan kebangkitan Yesus tak perlu membuat para murid takut, khawatir, dan gelisah. Kematian dan kebangkitan mestinya menjadi sukacita bagi para murid. 

11 April 2017

Markus 15:22-41 (Jumat Agung)



Markus 15 : 22 – 41 

            YESUS MENYELAMATKAN KITA

Semua manusia telah berdosa sekalipun manusia tidak sadar akan dosa yang diperbuat. Manusia justru sering membenarkan dirinya, padahal ia berada dalam dosa. Di saat kita mencerca orang lain, di situ pula kita telah menimbun dosa dalam diri kita. 

Yohanes 20:1-18 (Kebangkitan)


          AKU TELAH MELIHAT TUHAN

Di Indonesia banyak suku yang mengenal dan meyakini perhitungan hari dari suatu peristiwa. Misalnya; hari Pertama, Ketiga, Keempat puluh, ke-seratus, setahun, hari ke 1000. Ketika saya melayani di Yogya, seorang warga jemaat datang dan memberikan saya sekotak nasi. Lalu saya Tanya, “lho…ada apa ini ?” Kemudian ibu itu menjawab, “Kan sudah seratus hari pak De saya itu meninggal.” 

6 April 2017

Yesaya 50:4-9a (Khotbah Minggu)



         TUHAN ALLAH MENOLONG AKU

Anda pernah melihat orang bisu, bukan ? Suaranya besar sekalipun tak jelas yang diucapkan. Orang sekampung bisa heboh dibuat karena suaranya itu. Orang bisu itu memang harus berkoak dengan suara besar karena ia menganggap orang lain tidak mendengar suaranya, seperti dirinya. Ya….orang bisu biasanya dibarengi dengan tuli, sekalipun tidak semua membenarkan teori itu.