16 Maret 2021

Ibrani 5:5-10 MELKISEDEK

   KRISTUS POKOK KESELAMATAN

 

Di dalam kitab Kejadian tersebut seorang imam, bernama Melkisedek, yang berarti ‘raja kebenaran’, adalah raja Salem dan imam Allah yang Mahatinggi (Kejadian 14:18-20).

Sebagai seorang imam, maka ia memiliki tugas untuk memberkati. Melkisedek menyediakan roti dan anggur kepada Abraham dan pasukannya. Ia menunjukkan persahabatannya. Dia menganugerahkan berkat bagi Abraham dan memuji Allah karena memberikan Abraham kemenangan dalam pertempuran.

Melkisedek memberkati Abraham (kej. 14:19). Ini adalah pekerjaan sesuai jabatan keimaman (Bil. 6:22-27). Abraham menerima berkat, sehingga ia mempersembahakan persepuluhan kepada Melkisedek. Dengan tindakan ini, Abraham menunjukkan bahwa ia mengakui Melkisedek sebagai imam dengan kedudukan rohani yang lebih tinggi.

Ibrani 7: 3 menyatakan kalau Melkisedek ‘tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Allah, ia tetap menjadi imam sampai selamalamanya.

Gambaran kitab Ibrani ini memiliki makna harfiah, bahaw Melkisedek dan Yesus Kristus adalah orang yang sama. Melkisedek adalah salah satu tipologi dari Kristus yang merupakan pratanda dari pelayanan Allah.

Beberapa ahli berpendapat bahwa Melkisedek sebenarnya merupakan kemunculan pra-inkarnasi dari Yesus Kristus,

Di dalam bacaan kita disebutkan bahwa Kristus adalah imam besar. Yesus Kristus menjadi imam besar adalah (a) karena Allah sendiri yang memuliakannya. (b) didukung oleh peraturan Melkisedek. Artinya, ditinjau dari sudut rohani dan jasmani (aturan), maka Yesus Kristus adalah Imam Besar.

Sebagai Imam Besar, Yesus Kristus menampakkan hal itu di dalam hidupnya :

-          mempersembahkan doa dan permohonan kepada Allah

Dia tidak bergantung pada dirinya sendiri tetapi menyerahkan seluruh hidup dan pekerjaanNya kepada Allah.

-          kesalehanNya

Dia sangat mementingkan kerohanian, sehingga hati dan perbuatannya terarah kepada hal-hal sorgawi. ia tidak terikat pada yang duniawi ini.

-          taat atas segala derita

Dia tidak mencari penderitaan. tetapi kalaupun derita harus menghampiri diriNya maka siap sedia menerimanya. Hal ini diungkapkan Yesus dalam perkataanNya (Matius 26:39) : "ya Bapa-ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Akhirnya (9) Yesus disebut sebagai Pokok Keselamatan Yang Abadi. Yesus yang hidup dengan penyerahan diri kepada Allah, hidup saleh, dan menderita demi manusia menjadikannya sebagai pokok keselamatan. Dialah satu-satunya yang dapat memberikan keselamatan bagi manusia. Yohanes 14:6 : kata Yesus kepadanya: ‘Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.’

Imam adalah jabatan terhormat yang dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan. Yesus menjadi imam Besar Agung. Dia menjadi pokok keselamatan abadi. ia lahir dari bunda Maria yang dinaungi oleh Roh Kudus dan kuasa Allah yang mahatinggi. Dia pun disebut kudus, Anak Allah (Luk.1:30-35).


Sebagaimana Abraham membutuhkan dan menerima berkat Allah melalui Melkisedek demikian pula kita diberkati melalui Yesus Kristus, imam kita untuk selamalamanya.

Banyak orang hanya memikirkan dirinya sendiri; tidak mengenal hidup berkorban, berbagi, dan berbelas kasih kepada orang lain. Hal tersebut bukan cara hidup Yesus. Yesus hidup seutuhnya bagi orang lain. Hidup Yesus merupakan sumber kedamaian, kebahagiaan, dan kehidupan sejati yang membawa kepada kehidupan kekal.

Bagi Yesus, mengasihi berarti melayani dan melayani serta kehilangan diri demi hidup orang lain. Yesus memilih salib bagi diriNya. Hal ini berarti setiap orang yang ingin menjadi muridNya dipanggil untuk ambil bagian dalam hidup dan pelayananNya. ‘Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, Dia akan menyelamatkannya’ (Lukas 9:24).

Marilah kiat senantiasa mengasihi sesama. Bahkan dengan pengurbanan, sebab Kristus telah lebih berkorban bagi kita. Kita mengarahkan hati kita pada sorga karena Kristus telah menjadi keselamatan bagi kita. Amin


Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar