12 Mei 2017

Kisah Rasul 2:1-21 ROH KUDUS



     ROH KUDUS MEMENUHI UMATNYA

Umat Tuhan di dalam Perjanjian Lama memiliki ragam perayaan agama, salah satunya disebut Hari Raya Pondok Daun; diselenggarakan selesai panen, sebagai ungkapan syukur (Ulangan 16:13), pada hari itu orang Israel tidak boleh bekerja (Im 23:21  Bil 28:26), dan ditetapkan sebagai tahun penghapusan hutang (Ulangan 31:10). Hari Raya Pondok Daun ini dirayakan dengan penuh sukacita selama tujuh hari (Imamat 23:34).

Pada masa PB, perayaan bertepatan dengan 50 hari setelah kebangkitan Tuhan Yesus, sehingga dinamai Hari Pentakosta (Hari Kelima puluh). Saat merayakan Hari Raya Pondok Daun pasca Yesus terjadi peristiwa seperti dalam bacaan kita. (a) Turun suatu bunyi seperti tiupan angin keras (pheuma/Yunani), yang berarti ‘roh, angin, atau nafas’. (b) Lalu ada tampak lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran (seperti kupu-kupu) dan hinggap pada rasul-rasul pada perayaan itu. Kemudian ay. 4 dikatakan : ‘Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus’. Api adalah pembakar, yang dapat memurnikan benda. Mereka yang telah dihinggapi lidah nyala api, yang kemudian disebut sebagai Roh Kudus, membuat mereka berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain. Artinya, mereka berkata-kata di luar kesadarannya tetapi dalam tuntunan Roh Kudus.
Orang banyak yang hadir pada saat itu dari berbagai bangsa mengerti yang diucapkan para rasul. Para rasul sangat jelas berkata (tidak ngaur), yaitu (11 akhir) : ‘tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah’. Ini yang membuat bangsa-bangsa lain tercengang. Fenomena ini menjadi tanda bahwa Roh Kudus itu memiliki : kekuatan, keagungan, kekudusan, yang membakar dan membersihkan.
Setelah suasana menjadi tenang, Petrus menyampaikan Khotbahnya dalam suasana dipenuhi Roh. Dalam khotbahnya ini, Petrus menyampaikan keadaan akhir zaman, bahwa setiap orang memang harus mengalami kepenuhan Roh. Dengan Roh itu, setiap orang percaya memiliki kemampuan untuk membaca akhir zaman ; bernubuat, mengalami penglihatan, dan bermimpi. Itulah visi.

Perayaan Pentakosta itu sungguh-sungguh suatu kejadian yang luar biasa. Peristiwa itu merupakan pemberian kuasa Allah bagi umatNya. Kuasa itu diberikan agar umat Tuhan mampu berbicara menyampaikan perbuatan-perbuatan Allah yang besar. Kisah Rasul 1:8 menyebutkan  : Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi’.
Peristiwa pentakosta menjadi suatu tanda dimulainya babak baru bagi misi Allah. Turunnya Roh Kudus menjadi awal dari sejarah Gereja.
Gereja harus memiliki semangat dan saling menguatkan, sebab Roh Kudus menyertai Gereja. Gereja yang tidak dipenuhi Roh Kudus tidak dapat disebut sebagai Gereja. Tanda-tanda Gereja yang dipenuhi oleh Roh Kudus akan senantiasa menyatakan perbuatan-perbuatan Tuhan, bukan perbuatan diri sendiri…..
Oleh sebab itu, Gereja harus menjadi alat Tuhan bagi dunia. Gereja perlu tanggap dan kritis terhadap perkembangan situasi zaman. Gereja harus dinamis dan terus bergerak menuju pembaharuan dunia.
Kita adalah orang-orang yang telah menerima Roh Kudus. Dengan Kuasa Roh itu, kita melaksanakan tugas gereja yang sangat penting, yaitu memberitakan Injil. Banyak tantangan yang harus dihadapi dalam memberitakan Injil. Tetapi dengan Kuasa Roh Kudus, kita akan dimampukan menghadapi semua rintangan. Teruslah memberitakan Injil! AMIN

Artikel Terkait



1 komentar:

  1. Shalom saudara seiman dalam Kristus dimana pun berada. Mari kita sama-sama belajar tentang Shema Yisrael yang pernah diucapkan oleh Yeshua ( nama Ibrani Yesus tertulis ישוע ) seperti yang dapat kita temukan dalam Markus 12 : 29 dan Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 sebagai berikut :

    Huruf Ibrani, " שמע ישראל יהוה אלהינו יהוה אחד "

    Pengucapannya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani, " Shema Yisrael YHWH ( Adonai ) Eloheinu YHWH ( Adonai ) ekhad "

    Orang Yahudi pada jaman Yeshua hingga sekarang terus memegang teguh prinsip keesaan Tuhan YHWH ( Adonai ) yang tersirat dalam kalimat Shema. Pada akhir pengucapan diikuti juga dengan kalimat berkat sebagai berikut :

    " ברוך שם כבוד מלכותו לעולם ועד " ( Barukh Shem, kevod malkuto le'olam va'ed, artinya diberkatilah nama yang mulia kerajaanNya untuk selamanya dan kekal )
    🕎✡️🐟🤚🏻👁️📜🕯️🕍🤴🏻👑🗝️🛡️🗡️🏹⚖️⚓🗺️✝️🌫️☀️🌒⚡🌈🌌🔥💧🌊🌬️❄️🌱🌾🍇🍎🍏🌹🥛🍯🥖🍷🐏🐑🐐🐂🐎🦌🐪🐫🦁🦅🕊️🐍₪🇮🇱

    BalasHapus