5 Mei 2017

Yesaya 40:9-11 KUASA TANGAN TUHAN



  LIHAT KEKUATAN DAN KUASA TANGAN TUHAN

Akhir-akhir ini banyak orang Kristen (tak semua lho) merasa kecewa dan takut. Kekecewaan muncul saat Basuki Tjahya (bukan marga Gurning), yang dapat memberikan kepuasan kepada tujuh puluh persen penduduk Jakarta, dan dunia mengakui kinerjanya, tapi kalah dalam pilkada. Bukan kekalahan yang membuat kecewa tapi munculnya sentiment yang tak berkaitan dengan seorang Kepala Daerah. Kekecewaan itu bahkan berubah menjadi ketakutan tatkala di berbagai tempat muncul pula isu memecah NKRI. Tapi kekecewaan dan ketakutan itu secara perlahan bergeser ketika buuuanyak rakyat dan ormas di Indonesia sangat mencintai kebinekaan yang dirajut oleh Pancasila.  

Berita sukacita seperti yang demikian diterima oleh umat Tuhan, yang sedang menderita. Umat Tuhan yang sedang putus asa dan bergumul oleh karena sedang menjadi orang buangan di Babel. Mereka kehilangan harapan untuk mengalami pembebasan. Namun di saat yang demikian, Yesaya mengumandangkan firman Tuhan yang akan menolong mereka. Pertolongan kepada umat Tuhan bukan pertolongan politis tetapi datang dari Tuhan. Tuhan sendiri akan datang dengan kekuatan dan kuasaNya. Jika dikatakan pertolongan datang dari Tuhan maka manusia tidak perlu mereka-reka bentuk pertolongan itu. Tuhan sendiri memiliki otoritas atas pertolonganNya kepada umat yang dikasihiNya.
Pertolongan itu datang dari Sion/Yerusalem. Dari sanalah datang pembawa kabar baik itu. Pembawa kabar baik (dalam PB) disebut ‘penginjil’, karena berita yang dibawa adalah : Allah datang – KerajaanNya sudah dekat. Penginjil menyaringkan suaranya, sehingga sekalian yang mendengarnya sampai ke kota-kota Yehuda. Ia menyerukan kedatangan pembawa kabar baik pada saat sebahagian besar orang Israel ; masih terbuang, Sion roboh, Yerusalem runtuh, dan kota-kata lain setengah kosong. Berita sukacita itu menghentakkan umat Tuhan yang sedang menderita.
 lihat, itu Allahmu’ itu berarti Tuhan sudah dekat. Kehadiran Tuhan dapat menghilangkan rasa takut, dan memberikan pengharapan baru. Allah datang, Dia lah yang utama. Dia lah yang bergerak, inilah keselamatan bagi manusia : mengikuti Allah.
Tuhan yang datang itu dilukiskan sebagai Pahlawan dan Gembala. (a) Tuhan dikiaskan sebagai pahlawan yang perkasa, yang membawa rampasannya dalam pawai kemenangan. Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. ‘tangan-Nya Ia berkuasa’ ungkapan ini sering dipakai untuk menggambarkan perlindungan atau kuasa Tuhan, terutama pada waktu perang. Dengan tanganNya Ia berkuasa : tanganNya memperoleh kekuasaan bagiNya; kuasa yang diambilnya ialah kuasa pemerintahan; ketuhananNya menjadi nyata. Tuhan membawa  bangsa itu keluar dari perhambaan. (b) Tuhan juga dikiaskan sebagai gembala yang mengantarkan kawanannya melalui padang gurun. Sebagai gembala ; Allah menyuruh umatNya berangkat, dituntunNya mereka dengan tenteram sehingga tidak gemetar. Tuhan Allah adalah gembala pengasih yang memimpin umatNya Israel kembali ke Yehuda
Sebagai umat terbuang, Yesaya menyadari betapa lemahnya manusia itu, betapa terancamnya hidup manusia kecuali jika Allah berfirman menghiburkannya.

Kita adalah umat yang melintas di tengah-tengah dunia ini, dimana kita diperhadapkan dengan berbagai pergumulan hidup. Kita adalah umat yang percaya kepada Tuhan. Namun, seberapa besar keyakinan itu kita serahkan kepada Tuhan. Kita memang sering memohon pertolongan Tuhan untuk kehendak kita semata. Seharusnyalah kita sungguh-sungguh menyerahkan hidup kepada pertolongan Tuhan.
Dengan firman Tuhan ini, maka ada dua hal yang perlu kita renungkan mengenai penderitaan hidup ini : (a) Kita, orang-orang percaya  sebenarnya sedang menantikan hidup kekal. Saat ini kita berada di hari kesakitan. Itu sebabnya, kita selalu mengalami pergumulan yang tidak pernah berhenti, sampai Maranatha (Tuhan datang Kembali). (b) Di dalam masa penantian ini, kita tetap dapat bersukacita jika kita memandang pada Yesus. Jika kita tetap setia pada Yesus, maka kita akan menerima berkat-berkat yang amat berharga.
Minggu JUBILATE : Bersorak-sorailah bagi Allah hai seluruh bumi. Sorak-sorai adalah gambaran sukacita, semangat, dan harapan. Ditengah-tengah kesulitan hidup, orang percaya harus tetap dapat bersorak-sorai. Yang mendasari orang percaya bersoraksorai bukan keberadaan kita saat ini, melainkan adanya pengharapan. Harapan orang Kristen adalah, bahwa segala sesuatu akan berubah menjadi lebih baik. AMIN

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar