6 November 2020

1 Timotius 2:1-7 Minggu, 8 November 2020

 TANGGUNG JAWAB ORANG KRISTEN DALAM POLITIK

 Pemberitaan Injil merupakan tugas semua orang percaya, yaitu orang yang telah menerima keselamatan dari Yesus Kristus. Tujuan dari pada itu adalah agar semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (3).

Paulus adalah orang yang telah dipilih Tuhan secara khusus untuk memberitakan Injil tersebut. Ia memberitakan Injil lintas negara. Paulus menghadapi berbagai rintangan dalam pekabaran Injil. Selain tantangan dari para pengajar sesat, kendala dari pemerintah adakalanya juga timbul. Semua itu menjadi penghambat pemberitaan Injil.

Paulus merasa perlu memberitahukan semua hal tentang pemberitaan Injil itu kepada Timotius, sehingga ia makin dikuatkan dalam pemberitaannya. Timotius yang masih muda belia itu dinasehatkan Paulus supaya menaikkan doa permohonan, doa syafaat untuk raja-raja dan semua pembesar.

Rajaraja dan pembesar adalah orang-orang yang kuat, yang memiliki kuasa. Mereka perlu didoakan agar menggunakan kuasanya dengan baik dan benar. Dengan demikian masyarakat dapat hidup dengan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Di tengah-tengah masyarakat yang tenteram itulah maka pelaksanaan pemberitaan Injil dapat pula berlangsung dengan baik.

Kita bersyukur hidup dizaman ini, dimana kita telah menerima firman Tuhan. Dizaman elektronik ini, kita semakin dimudahkan untuk menemukan firman Tuhan. Melalui Alkitab yang dengan mudah sekarang kita temukan disebutkan bahwa : Mazmur  119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Dalam penerapannya, Firman Tuhan dapat melepaskan orang yang tertindas (Mazmur  119:107) : ‘Aku sangat tertindas, ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.’ Tapi tidak dapat juga kita lupakan bahwa firman Allah itu bagaikan pedang bermata dua (Ibrani  4:12) ‘Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun…..’. Intinya, jika kita menerima firman Tuhan untuk menguasai hati kita, maka kita akan memperoleh hidup yang penuh sukacita dan pengharapan akan hidup kekal.

Namun, melalui tema kita minggu ini, apakah semudah yang kita bayangkan kehadiran firman Tuhan dalam kehidupan manusia ? Sulit kita bayangkan,  bagaimana firman Tuhan diusung dari Eropa ke Indonesia (ke Tanah Batak), dengan alat transportasi dan komunikasi pada abad 18. Satu hal yang dapat kita yakini, semuanya itu hanya karena kuat kuasa Roh Kudus. Hanya lewat Kuasa Roh Tuhanlah yang memberikan kemauan dan keberanian kepada para hambanya untuk membawa Berita firman Tuhan ke tanah Batak.

Dalam sejarah gereja Batak dicatat, Munson dan Lyman adalah dua penginjil yang mati dibunuh di tanah batak. Ini menjadi bukti bahwa firman Tuhan seringkali mendapat penolakan. Mestinya, firman yang dapat memberikan kehidupan itu dapat diterima dengan sukacita.

Sebagai orang Kristen, kita tetap percaya bahwa pemberitaan Injil adalah tugas mulia, perintah Tuhan Yesus. Kita sebagai anak-anak Tuhan memiliki tanggung jawab dalam bernegara (politik) : (a) melakukan kewajiban, misalnya membayar pajak, (b) berpartisipasi dalam pemilu. (c) Berdoa. Doa adalah nafas hidup orang Kristen. Kita perlu berdoa di dalam hidup ini. Kita berdoa bukan hanya untuk diri kita tetapi juga perlu berdoa pemerintah. Firman ini mengingatkan kita untuk berdoa bagi rajaraja dan pembesar (pemerintah). Kita boleh meyakini bahwa kuasa mereka berasal dari Allah. Karena itu, kita berdoa bagi mereka agar dapat menggunakan kuasanya dengan baik. Kita berdoa agar mereka beroleh hikmat dari Tuhan sehingga mereka memimpin dengan baik dan benar, supaya takut akan Allah. ‘takut akan Allah’ adalah orang yang takut melakukan dosa. Dengan demikian, masyarakat menikmati hidup tenteram. AMIN

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar