18 April 2012

Roma 8:6-11 (Khotbah Minggu)




            ROH ALLAH DIAM DI DALAM AKU

Adalah suatu kemunafikan jika dikatakan manusia tidak memiliki keinginan. Manusia mengejar kekayaan, keturunan, kuasa, kesehatan, dan kesuksesan lainnya. Semua keinginan itu tentunya mengarah untuk mencapai kehidupan bahagia. Karena itu, memiliki keinginan adalah wajar dan sah. Hanya saja, seringkali keinginan itu tidak  terbatas dan tak terkendali. 

Nas ini menyebutkan, ada dua jenis keinginan dalam diri manusia ; keinginan daging dan Roh. Keinginan daging (tubuh) adalah perseteruan terhadap Allah karena keinginan daging tidak pernah memuaskan hasrat manusia. Keinginan daging itu menimbulkan sifat serakah, sehingga seringkali dicapai dengan cara yang bertentangan dengan firman Allah. Keinginan daging selalu berpusat pada diri sendiri, egoistis, memuja diri sendiri dan tidak taat kepada terang suara hati. Barangsiapa hidup di dunia dengan mengagungkan diri tidak mungkin berkenan bagi Allah. Daging itulah sarang dari pemberontakan terhadap Allah. Keinginan daging itu sesungguhnya dosa (10). Itu sebabnya, keinginan daging bertentangan dengan Allah.
Tuhan menghendaki manusia hidup dalam Roh supaya keinginannya pun adalah keinginan Roh. Kekuatan yang mengarahkan hidup rohani adalah kehadiran Roh Kudus. Tanpa kekuatan ini tidak mungkin ada persekutuan dengan Allah. Ketika manusia hidup di dalam Roh, maka keinginan daging menjadi mati. Keinginan dunia tidak menjadi yang utama baginya. Manusia yang didiami oleh Roh membuatnya lebih mencintai kebenaran. Itulah yang Tuhan kehendaki di dalam hidup manusia.
Roh hadir dalam setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Roh bukan saja membimbing manusia menikmati kehidupan yang indah di dunia tetapi juga menuntun kehidupan awal sampai akhir. Roh menjadi penting dalam mengendalikan hidup manusia. Kristus yang bangkit adalah oleh kekuatan Roh, maka kehidupan manusia percaya juga dibangkitkan oleh Roh itu, yang telah mendiami diri manusia.
Dengan demikian, manusia yang memelihara Roh Tuhan di dalam dirinya, maka ia akan menikmati kehidupan indah di dunia ini, dan kelak Roh itu juga membangkitkan manusia untuk beroleh hidup kekal. 

Manusia memiliki kelebihan dari ciptaan lainnya, yaitu Roh. Allah menghembuskan nafasNya (Roh Allah), lalu manusia itu hidup (Kejadian 2:7).  Roh Allah itu membuat manusia itu hidup dinamis. Adam dan Hawa menikmati kehidupan begitu indah, bahagia, dan kudus. Mereka menikmati hidup tanpa kurang suatu apapun.
Manusia yang tidak memelihara Roh yang diberikan Allah, maka ia telah membiarkan dirinya dimasuki oleh roh jahat.  Paulus menyebut roh jahat itu sebagai roh perbudakan. Roh itu memimpin hidup manusia untuk mencari duniawi. Padahal dunia takkan dapat memuaskan hasratnya. Ia akan terus dirundung ketakutan selama belum memperolehnya. Ia jatuh menjadi budak dunia. Jika manusia itu tak cepat sadar ia akan terus diombang-ambingkan dunia. Padahal Tuhan berfirman supaya manusia menguasai dunia ini.
Roh Allah merupakan kekuatan yang bekerja di dalam diri manusia : memberikan keberanian untuk menghadapi tantangan, memampukan orang percaya untuk mematikan segala perbuatan daging,  memberikan karunia kepada setiap anggota tubuh Kristus untuk saling membangun demi kepentingan bersama, dan  menjamin orang percaya untuk menerima semua yang dijanjikan Yesus.
Roh Allah juga akan memimpin Anak-anak Allah mengenal dan mengetahui kehendak Allah. Manusia dapat mengenal Allah jika manusia itu dipimpin oleh Roh Allah. Dengan Roh ini pula manusia dapat meyakini dan bersaksi bahwa ia adalah anak-anak Allah, dan turut menjadi ahli waris (sorga) yang dijanjikan Allah. Janji Allah itu begitu indahnya, melampaui segala sesuatu yang  ada di dunia ini. 
Kita yang telah menerima Roh Allah, roh Kudus akan lebih mengenal kehendak Allah, sehingga kita bukan menjadi budak dunia melainkan hidup dengan bebas dari kungkungan dunia. Orang yang dipimpin oleh Roh Allah, maka segala yang dialami akan disyukuri. Orang-orang yang hidup di dalam Roh Allah, maka ia dimampukan menikmati kebahagiaan dalam hidup ini.
Jangan biarkan roh itu meninggalkan dirimu. Jangan biarkan roh itu jijik melihat perilakumu. Tetapi biarlah Roh itu berdiam di dalam dirimu, menata dirimu menjalani hidup di dunia.
Manusia selalu merindukan hidup bahagia. Berbagai cara diupayakan untuk mencapai kebahagiaan itu. Namun seringkali tanpa disadari, ditengah-tengah orang mencari kebahagiaan itu, manusia justru jatuh ke dalam perbudakan. Ketakutan akan dunia ini adalah ciri-ciri orang yang hidupnya dikuasai oleh roh perbudakan.
Sebagai anak-anak Allah, kita harus menampakkannya dalam hidup ini. Jika engkau mengalami derita di dunia ini berikanlah dirimu dipimpin oleh Roh Allah. Hidup yang dipimpin oleh Roh Allah akan mengubahkan segalanya. (Roma 8 : 18) : ‘Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.’ Segala yang dialami oleh anak-anak Tuhan, tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan datang. Inilah janji Allah yang akan diterima oleh anak-anak Allah. Roh Allah yang telah mendiami hati kita akan memimpin kita lebih mengenal kehendak Allah, sehingga kasih Tuhan sungguh kita rasakan di dalam hidup ini. AMIN

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar