31 Maret 2013

Kisah Rasul 5:27-32 (Khotbah Minggu, 7 April 2013)






LEBIH TAAT KEPADA ALLAH

Kita baru saja memperingati malam passion, kematian dan kebangkitan Yesus. Dari seluruh rangkaian peringatan itu, pesan yang hendak disampaikan adalah pengampunan dosa dan kehidupan kekal.
Setelah kebangkitan Yesus, murid-murid membangun persekutuan untuk melanjutkan pelayanan Yesus. Mereka memiliki semangat baru dan Roh Kudus menguasai mereka. Dalam pelayanan yang penuh semangat dan kuasa Roh Kudus maka mereka dimampukan melakukan mujizat kesembuhan, Pelayanan mereka pun tersiar di seluruh kota Yerusalem. Namun tidak semua orang bersukacita ; banyak orang tidak percaya, bahkan ada yang iri hati atas pelayanan para murid Yesus. Akibatnya, penguasa mengeluarkan larangan mengajar dalam nama Yesus. (Kisah Rasul 5:17-18: Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati. Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota).Pelayanan para murid Yesus telah mengalami hambatan dari orang-orang yang iri hati. Murid-murid yang melaksanakan misi Yesus pun ditangkap dan diperhadapkan dengan Mahkamah Agama. 

Ayat 27 – 28 Larangan mengajar dalam nama itu (Yesus)
Rasul Petrus dan Yohanes diperhadapkan kepada sidang Mahkamah Agama yang dipimpin oleh Imam Besar. Mereka didakwa melanggar larangan yang mengajar dalam nama Yesus. Dakwaan ini akan menggiring mereka pada hukuman. Larangan dari penguasa itu merupakan penantangan dari misi Allah.
Bagaimana murid-murid (Petrus) menghadapi pengadilan itu ?
Ayat 29 Taat Kepada Allah
Tuduhan itu tidak membuat Petrus dan Yohanes keder (takut). Mereka mengungkapkan imannya dengan mengatakan, "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” Tugas yang mereka emban berasal dari Tuhan dan Tuhan memberikan kepada mereka  Roh Kudus untuk memberitakan Injil Yesus Kristus. Sebab itu, mereka hanya akan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas mereka kepada Allah, bukan kepada mansia. Petrus telah menunjukkan keberanian, bahwa dalam dirinya tidak ada rasa takut sedikitpun terhadap kuasa manusia. Para rasul telah mengambil pilihan untuk lebih taat kepada Allah.
Ayat 30 – 31 Demi pertobatan manusia
Petrus telah menerima tugas dari Tuhan, karena itu ia harus mentaati Tuhan. Petrus memperlihatkan ketetapan dan keteguhan hatinya untuk Yesus yang telah disalibkan, dibangkitkan, dan ditinggikan oleh Allah. Kebangkitan Yesus adalah supaya Israel yang telah dipenuhi dosa itu dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.
Ayat (32) Kami adalah saksi
Petrus dengan tidak ragu-ragu memperkenalkan dirinya sebagai suruhan Tuhan (Saksi). Petrus sungguh-sungguh berani menjadi saksi karena ia telah melihat langsung kejadian pada diri Yesus. Saksi adalah (1 Yohanes 1 : 1-2) : ‘Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.’

Di dalam hidup ini, kita memang harus bekerja keras untuk terwujudnya segala yang kita rencanakan. Namun segala rencana dan usaha yang kita lakukan banyak faktor yang mempengaruhi. Dan sebagai orang percaya, kita dapat mengimani bahwa kuasa Tuhan kita, Yesus Kristus mendominasi segala kehidupan ini.  Kita perlu mengaminkan, bahwa Yesus sesunguhnya selalu menyertai umatNya. Iman yang mengharapkan kuasa dan kekuatan Allah hendaklah ada dalam hidup kita agar kita tenang dan berani menghadapi tantangan hidup ini.
Penutupan gereja dan larangan beribadah tentu membuat hati kita getar-getir. Namun kita tidak harus menyerah. Upaya penutupan gereja dan larangan beribadah adalah sikap perlawanan terhadap kuasa Roh Kudus. Kita perlu berdoa bagi pemerintah agar mereka menyadari kuat kuasa Roh Kudus. Kita harus percaya, bahwa akan tiba juga saatnya dimana setiap orang dapat menikmati kebebasan. Sambil menunggu itu, kita juga perlu menjaga diri kita agar tidak tergoda oleh tawaran dunia ini tetapi biarlah kita senantiasa memelihara iman kepada Yesus Kristus. Jangan pernah kita mengorbankan iman percaya karena tergiur oleh jabatan/kedudukan atau kenikmatan sesaat.
Bersaksi adalah amanat Tuhan Yesus kepada orang-orang percaya. Cara menjadi saksi Kristus bukan hanya dalam bentuk verbal (kata-kata) semata, namun yang lebih utama lagi dilakukan dalam bentuk nyata, yaitu kata, perbuatan dan atau sikap. Kesaksian orang Kristen bukan supaya bagaimana kita menjadi besar, tetapi supaya Nama Allah makin dimuliakan.
Bagaimana kita mengimani kehadiran Yesus yang bangkit itu ? Minggu kita disebut QUASIMODOGENITI = seperti bayi yang baru lahir. (1. Petrus2:1-2), ‘Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan).‘ Pada diri seorang bayi ada ketulusan dan kesucian. Ia menyerahkan seluruh hidupnya pada siapa ia dapat percaya. Kita orang-orang yang telah dibenarkan mestinya juga menyerahkan kehidupan kita pada yang kita imani, Tuhan Yesus Kristus, yang hidup dan bangkit itu. Kita harus yakin, bahwa hanya melalui kuasa Roh Kudus lah maka kita dapat menjalani kehidupan ini, terlebih menjalankan misi pemberitaan keselamatan dari Yesus Kristus. AMIN

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar