2 Agustus 2019

Habakuk 3:14-19 TUHAN KEKUATAN



       TUHAN KEKUATAN DI TENGAH PERGUMULAN

Habakuk adalah seorang nabi. Pergumulan besar bagi Habakuk adalah : mengapa Allah membiarkan orang-orang jahat menindas orang baik ? Pengalaman umat Tuhan tercatat, bahwa mereka pernah mengalami penindasan dari Asyur dan Babel, bahkan mereka mengalami penderitaan yang teramat menyakitkan. Mereka harus membayar upeti kepada Babel. Itu menjadi kewajiban bagi umat Tuhan. Ketika mereka tidak melakukan kewajiban itu, raja Nebukadnezar marah dan melakukan pengepungan Yerusalem. 

Nabi Habakuk melihat ini sebagai ketidakadilan. Habakuk menyadari bahwa tidaklah ada kekuatan untuk menghadapi yang besar itu. Habakuk hanya dapat mengeluh dan bertanya kepada Tuhan : Mengapa Allah membiarkan orang jahat menindas umatNya (Habakuk 1: 2-4). Tuhan menjawab : orang benar akan hidup oleh iman dan orang fasik akan tetap ada (Habakuk 2:1-5).
Melalui nas ini, Habakuk mengungkapkan bahwa pembebasan umat Tuhan tidak terlepas dari kuasa Tuhan. Ketika mereka diserang oleh musuh, yang terjadi justru mereka yang saling memanah. Anak panahnya menghantam laskarnya sendiri…. maups
Habakuk mengingatkan satu pekerjaan Allah yang maha dahsyat, membebaskan umatNya dari perbudakan. Ketika musuh mengejar, umat Tuhan terhalang oleh laut. Sementara musuh yang terus mengejar makin mendekat. Tiba-tiba di luar logika manusia, Allah mengubah laut menjadi tanah kering. Umat Allah dapat menyeberangi laut, yang telah menjadi kering itu.
Kejadian laut menjadi tanah kering ini merupakan sebuah peristiwa sejarah begitu luar biasa, yang tidak mungkin dapat dilakukan manusia. Tetapi peristiwa itu terjadi karena kuat kuasa Allah. Inilah peristiwa iman yang tak terlupakan umat Allah.
Mendengar perbuatan Tuhan itu, Habakuk gemetar, bibirnya menggigil, dan tulang-tulangnya seakan-akan kemasukan sengal (nyeri).  Artinya, Habakuk  merasakan kengerian.
Perbuatan Tuhan itu menumbuhkan keyakinan pada Habakuk, bahwa segala sesuatunya berada dalam kekuatan Tuhan. Kuasa Tuhan tidak terselami oleh manusia. Oleh sebab itu, jika manusia ingin menikmati hidup, ia hanya dibenarkan karena iman. ORANG BENAR AKAN HIDUP OLEH IMAN.
Orang beriman bukan berarti tidak menghadapi tantangan, pergumulan, atau penderitaan. Bahkan manusia akan terus berada dalam derita selama di dunia ini. Namun, manusia tidak berdaya menghadapi semua itu dengan kekuatannya sendiri.
Derita manusia bukan saja datang dari musuh, tetapi bisa juga datang ketika ‘yang diharapkan’ tidak menyertai. Kita bisa saja telah bekerja keras tetapi tidak menghasilkan yang kita harapkan. Lihat, itu juga yang dikumandangkan nabi Habakuk (17-18) : ‘Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
Itulah sikap orang yang beriman. Sekalipun jerih payahnya mengecewakan, tetapi nabi Habakuk tetap bersukacita. Beda dengan kita, kita tidak bekerja keras tetapi kita sering sungut-sungut. Bagi Habakuk, tujuan orang beriman bukan dunia ini tetapi keselamatan. Bagi nabi Habakuk, dunia hanyalah perlintasan yang disertai oleh pergumulan, tantangan, dan derita. Tetapi orang yang beriman dimampukan menghadapi semua itu, sebab Tuhan yang memberi kekuatan.

Allah menjadikan manusia agar manusia mengenal penciptaNya. Mengenal berarti bergaul karib dan bersahabat  denganNya, mengetahui kehendakNya, dan  menjadikanNya dalam hidupnya.
Sebagai orang-orang percaya, masing-masing kita tentunya memiliki (banyak) pengalaman iman, dimana kita pernah mengalami peristiwa-peristiwa yang luar biasa. Apa yang kita nyatakan dengan peristiwa luar biasa itu ? Bukankah itu membuktikan ada kekuatan di luar diri kita ? Apakah kekuatan itu kita aminkan sebagai perbuatan Allah atas diri kita ?
Dengan pengalaman iman, kita patut bersorak-sorai, memuliakan Tuhan dan menyatakan apa yang telah Tuhan perbuat bagi diri kita. Bagaimanakah kita mengungkapkan sorak-sorai kita pada Allah ? Banyak hal yang dapat kita lakukan atas perbuatan Allah yang kita rasakan ; tidak selalu bersungut-sungut, menjalani hidup dengan penuh rasa syukur dan semangat.
Beriman, berarti terus melakukan kehendak Tuhan (bekerja, berbuat baik), dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan. AMIN

Artikel Terkait



1 komentar:

  1. Do you understand there is a 12 word sentence you can speak to your man... that will trigger deep feelings of love and impulsive attraction to you buried inside his chest?

    That's because hidden in these 12 words is a "secret signal" that triggers a man's impulse to love, worship and guard you with his entire heart...

    12 Words Who Fuel A Man's Love Response

    This impulse is so built-in to a man's mind that it will make him try better than before to love and admire you.

    Matter of fact, fueling this powerful impulse is so binding to achieving the best ever relationship with your man that the moment you send your man a "Secret Signal"...

    ...You will instantly find him open his soul and mind to you in such a way he haven't experienced before and he will identify you as the only woman in the galaxy who has ever truly interested him.

    BalasHapus