25 Mei 2013

Yesaya 42:1-4 (Minggu, 26 Mei 2013)





                        ALLAH KEHIDUPAN, PIMPINLAH KAMI PADA KEADILAN DAN PERDAMAIAN

Membaca Yesaya pasal 42:1 ini, kita seperti dibawa menyaksikan pelantikan seseorang, yang akan memangku tugas baru. Ia adalah pilihan yang dipercaya dapat melaksanakan tugas yang diembankan kepadanya.
Hamba yang dipilih dan ditetapkan itu diperlengkapi dengan Roh Tuhan. Disebutkan, ay.1) “Aku telah menaruh RohKu atasnya”. Hamba yang dipilih dan ditetapkan itu berada di dalam lindungan dan kekuatan Tuhan. Tuhan memberikan RohNya, karena hamba itu akan menjalankan rencana Tuhan. Dengan Roh Tuhan yang telah ditaruh atas hamba itu, maka ia akan dimampukan mengemban amanat Tuhan, yaitu supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.

Ada dua hal yang perlu kita renungkan dari tugas hamba Tuhan ini.
1.     Menyatakan hukum. Dalam kehidupan umat Tuhan hukum itu berasal dari Tuhan, dan IA adalah hakim tertinggi (Ul. 1:17). Tuhan yang memiliki keputusan, Tuhan memiliki cara sendiri untuk sampai pada keputusan. Hukum Tuhan itu mendapat arti yang khas : (a) Keputusan Allah menjadi hukum bagi umatNya, (b) Hukuman Allah atas umat yang melanggar perjanjianNya, dan (c) Pengasihan Tuhan atas orang-orang yang sengsara. Dengan demikian tugas hamba itu bukan membuat keputusan apalagi mengeksekusi. Ia hanya menyatakan (membawa) Hukum Tuhan. Tuhanlah yang memberi vonis terhadap pelanggaran atas hukumNya, bukan sang hamba.
2.     Kepada bangsa-bangsa. Hukum yang dibawa oleh hamba itu tidak hanya berlaku bagi umat Israel, tetapi melingkupi seluruh bangsa-bangsa. Hukum Taurat dibawakan oleh Musa kepada Israel saja di dalam lingkungan perjanjian antara Israel sendiri dengan Allah. Tetapi hukum baru berlaku untuk segala bangsa, agar semua umat manusia memperoleh keselamatan.
Hukum Tuhan dilandasi oleh cinta kasihNya. Hukum Tuhan bukanlah untuk mematikan tetapi menyelamatkan. Dalam nas ini (ay.3) Yesaya menyampaikan pesan : ‘Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.’ Pesan ini menjadi berita sukacita bagi semua umat, terlebih yang mengalami kemiskinan, kekerasan, dan diskriminasi. Firman ini menjadi harapan bagi umat manusia, bahwa keadilan dan kebenaran Allah akan dinyatakan di tengah-tengah dunia ini.

Dalam rangka ulang Tahun PGI ke 63 hari, peribadahan kita diberi tema agar kita dipimpin pada keadilan dan perdamaian. Keadilan dan perdamaian hanya akan tercapai bila setiap orang taat dan tunduk pada Hukum Tuhan. Realita yang terjadi adalah adanya Krisis Global. Banyak orang-kecil yang tidak mampu berdiri tegak karena Hukum tidak lagi dipatuhi dengan benar. Hukum telah diselewengkan, yang mengakibatkan banyak orang kehilangan haknya. Begitu banyak orang-orang jahat, orang-orang yang degil hatinya. Globalisasi telah membuat yang lemah kian tersingkir.
Globalisasi bisa membawa kemajuan bila di dalamnya terdapat keadilan dan cinta kasih. Namun jika diorientasikan semata-mata untuk perolehan keuntungan, persaingan, dan penghambaan diri pada kuasa-kuasa dunia, maka globalisasi akan menjadi malapetaka karena hilang aspek keadilannya.
Gereja-gereja dipanggil untuk menjadi agen-agen perubahan bagi dunia dan masyarakat, dimana gereja berada. Orang-orang percaya bersama dengan seluruh umat berperan melindungi kaum yang terpinggirkan. Seluruh gereja perlu secara bersama- sama untuk menjawab persoalan yang dihadapi demi menyelamatkan dunia dari ambang kehancuran.
Gereja-gereja perlu lebih merenungkan kembali akan fungsi kehadirannya di tengah-tengah dunia. Gereja dituntut untuk mengubah wajahnya bukan lagi doktrinal, yang sibuk dengan klaim kebenaran. Gereja harus mengubah wajahnya menjadi lebih kenabian (profetis) terhadap persoalan kehidupan manusia yang kompleks.
Ditengah-tengah suasana sekarang ini, rasanya sulit mencapai Keadilan dan Perdamaian itu. Tetapi Tuhan tidak akan membiarkan keadilan dan Perdamaian itu punah dari atas bumi. Tuhan yang telah menciptakan dunia ini tidak akan membiarkan digeroti oleh kehancuran. Tuhan menghendaki dunia ini tertata dengan baik, sehingga setiap orang menikmati kehidupan yang penuh keadilan dan perdamaian.
Kita orang-orang percaya adalah bagian dari hamba-hamba Tuhan. Melalui firman Tuhan hari ini, kita diingatkan kembali untuk dapat membawa Berita Sukacita bagi setiap orang. Kita dipanggil untuk membebaskan orang-orang dari kungkungan kegelapan dan penderitaan. Tuhan telah memberikan Roh bagi kita untuk menyatakan hukumNya. Oleh sebab itu, marilah memohon kepada Tuhan, agar kita dipimpin untuk memberlakukan Keadilan dan Perdamaian itu. AMIN

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar