21 Februari 2012

Mengenal Potensi Diri


Pengantar
Ada sebuah pertanyaan sederhana yang jawabannya tidak sesederhana pertanyaannya. Pertanyaan itu ialah, “Siapakah aku?” Sepintas, pertanyaan di atas sangat lucu, bagaimana mungkin kita tidak tahu siapa diri kita sendiri. Tetapi, begitulah memang kenyataannya. Simak saja, kita dengan spontan menjawab jika ditanya, siapa nama anda?, apa pekerjaan anda?, dimana anda tinggal?… Tapi jika pertanyaannya, “siapakah aku?”, kita mengernyitkan dahi, ambil waktu berpikir, bahkan tidak sedikit yang tidak dapat menjawabnya.

Potensi Diri
Pengertian potensi diri adalah kemampuan yang dimiliki setiap pribadi (individu) yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan dalam berprestasi. Potensi diri adalah kemampuan yang terpendam pada diri setiap orang, setiap orang memilikinya (Siahaan,Parlindungan,2005:4).

Secara umum potensi diri yang ada pada setiap manusia dapat dibedakan menjadi 5 macam yaitu :

1. Potensi Fisik (Psychomotoric)
Merupakan potensi fisik manusia yang dapat diberdayakan sesuai fungsinya untuk berbagai kepentingan dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup. Misalnya mata untuk melihat, kaki untuk berjalan, telinga untuk mendengar dan lain-lain.

2. Potensi Mental  Intelektual (Intellectual Quotient)
Merupakan potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia (terutama otak sebelah kiri). Fungsi potensi tersebut adalah untuk merencanakan sesuatu, menghitung dan menganalisis.

3.  Potensi Sosial Emosional (Emotional Quotient)
Merupakan potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia (terutama otak sebelah kanan). Fungsinya antara lain untuk mengendalikan amarah, bertanggungjawab, motivasi dan kesadaran diri.

4. Potensi Mental Spiritual (Spiritual Quotient)
Merupakan potensi kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan jiwa sadar atau kearifan di luar ego. Secara umum Spiritual Quotient merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan keimanan dan akhlak mulia.

5.  Potensi Daya Juang (Adversity Quotient)
Merupakan potensi kecerdasan manusia yang bertumpu pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan keuletan, ketangguhan dan daya juang tinggi. Melalui potensi ini, seseorang mampu mengubah rintangan dan tantangan menjadi peluang.

Mengenal Dan Mengukur Potensi Diri
Setiap manusia memiliki bermacam-macam potensi diri yang dapat dikembangkan. Tidak sedikit manusia belum sepenuhnya mengembangkan dan menggunakan potensi yang ada pada dirinya. Hal ini terjadi dikarenakan mereka belum atau bahkan tidak mengenal potensi dirinya dan hambatan-hambatan dalam pengembangan potensi diri tersebut. Mampu mengembangkan potensi diri merupakan dambaan setiap individu. Mampukan seseorang mengembangkan potensi dirinya secara efektif? Itu bergantung pada motivasi diri, karena pengembangan potensi diri merupakan suatu proses yang sistematis dan bertahap. Tahapan pengembangan potensi diri tersebut antara lain melalui pengenalan dan pengukuran potensi diri, menentukan konsep diri, mengenal hambatan-hambatan serta aktualisasi diri.

Potensi pada diri manusia merupakan salah satu pembeda antara individu yang satu dengan lainnya. Adapun potensi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai: 1) kemampuan dasar, seperti tingkat intelegensia, logika, kemampuan abstraksi dan daya tangkap; 2) sikap kerja, seperti ketekunan, ketelitian, tempo kerja dan daya tahan terhadap stres; 3) kepribadian, yaitu pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmaniah, mental, rohani, emosional maupun sosial, yang semuanya telah ditata dalam cara khas dibawah aneka pengaruh dari luar. Beberapa contoh potensi diri manusia tersebut antara lain kejujuran, keimanan, kesetiaan, kerapian, ketegasan, kematangan, kedewasaan, kecerdikan, kebijakan, keramahtamahan dan sebagainya.

Pengembangan diri harus diawali dengan pengenalan diri, salah satu caranya adalah melalui pengukuran potensi diri. Pengenalan diri akan membantu individu melihat kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya, mengetahui hal-hal yang berkembang dengan hal-hal yang masih perlu dikembangkan.

Pengukuran potensi diri dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah potensi-potensi yang dimiliki oleh seorang individu, baik yang diperoleh melalui introspeksi diri maupun melalui feed back dari orang lain serta tes psikologis (kepribadian):

1)  Penilaian diri
Yang dimaksud dengan penilaian diri ini adalah menilai diri sendiri. Ada juga yang mengatakan instropeksi. Sebagian orang mengatakan bahwa dengan cara ini penilaian yang dilakukan sangat subyektif, karena orang umumnya tidak mau melihat kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Tapi pendapat lain mengatakan bahwa yang paling kenal diri anda adalah anda sendiri.

2) Pengukuran diri melalui feed back orang lain
Feed back (umpan balik) merupakan komunikasi yang ditujukan kepada seseorang yang akan memberikan informasi kepada orang yang bersangkutan, bagaimana orang lain terkena dampak olehnya, bagaimana kesan yang ditimbulkan pada orang lain dengan tingkah laku yang ditunjukkannya. Feed back membantu seseorang untuk menelaah dan memperbaiki tingkah lakunya dan dengan demikian ia akan lebih mudah mencapai hal-hal yang diinginkannya.
Feed back terbaik adalah dari orangtua kita. Sebab mereka akan jujur mengatakan yang sebenarnya tentang keadaan kita.

3) Tes kepribadian
Tes kepribadian merupakan salah satu instrumen untuk pengenalan diri sendiri, beberapa tes kepribadian untuk pengukuran potensi diri, yaitu: kepercayaan terhadap diri sendiri, tingkat kehati-hatian, daya tahan menghadapi cobaan, tingkat toleransi, dan pengukuran ambisi.

Mengukur Potensi Dengan Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah sebuah analisa yang dicetuskan oleh Albert Humprey pada dasawarsa 1960-1970an. Analisa ini merupakan sebuah akronim dari huruf awalnya yaitu Strenghts (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunity (peluang) dan Threat (ancaman).

Metoda analisis SWOT bisa dianggap sebagai metoda analisa yg paling dasar, yang berguna untuk melihat suatu topik atau permasalahan dari 4 sisi yang berbeda. Hasil analisa biasanya adalah arahan/rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman. Jika digunakan dengan benar, analisis SWOT akan membantu kita utk melihat sisi-sisi yg terlupakan atau tidak terlihat selama ini.

Kekuatan:










Kelemahan:







Peluang:
Ancaman:






Setelah anda mendata kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam diri anda, sekarang anda mengerti potensi positif dan negatif yang anda miliki. Asahlah ‘kekuatan’ untuk menekan ‘kelemahan’ dan tingkatkan ‘peluang’ untuk menyingkirkan ‘ancaman’ yang ada dalam diri anda. Pergunakan sebaik-baiknya potensi positif untuk menyingkirkan potensi negatif. Kelolalah potensi positif itu dengan sebaik-baiknya.

Refleksi/Renungan
Tidak mengenali potensi diri sendiri, merasa kecil dan tidak mampu, itu masalah terbesar bagi banyak orang. Padahal Tuhan menciptakan kita begitu lengkap. Bukan saja organ tubuh, bukan saja nafas kehidupan, tapi Tuhan telah mempersiapkan rancanganNya yang terbaik bagi kita, bahkan telah melengkapi kita dengan talenta-talenta tersendiri, dengan keunikan dan kemampuan yang berbeda-beda bagi setiap orang dengan tujuan agar kita bisa saling melengkapi.

Ironisnya yang sering terjadi, orang hanya duduk diam dan merasa iri dengan kemampuan orang lain. Padahal jika saja mau melihat potensi diri, pasti ada sesuatu yang bisa diolah dan menghasilkan kesuksesan, karena Tuhan telah membekali setiap kita dengan talenta masing-masing. Mungkin tidak pintar jualan tapi pintar bertukang, mungkin tidak bisa memasak tapi mengerti banyak urusan komputer, tidak pintar berbicara, tapi hebat menyusun strategi, tidak suka politik tapi cekatan bekerja, dan sebagainya.

Tidak ada orang yang mampu melakukan segala sesuatu. Karena itulah Tuhan memberikan talenta yang berbeda-beda agar kita semua bisa saling melengkapi dan bisa memuliakan Tuhan di bidang kita masing-masing. Yang penting adalah mengetahui kemampuan kita sendiri secara benar, mau mengasahnya agar lebih tajam, dan terus meletakkannya dalam doa agar langkah demi langkah tetap berada dalam rencana Tuhan. 

"Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya." (Amsal 14:8). Demikian firman Tuhan berkata. Orang cerdik yang penuh hikmat akan mampu mengetahui kemampuannya sendiri, tapi sebaliknya orang yang bebal akan terus dikuasai oleh keraguan, kekhawatiran dan ketidakberanian mereka untuk melangkah dan akibatnya tidak kunjung maju dan menemui keberhasilan.

Jika kita terus dikuasai keraguan dan kekhawatiran, maka kita pun akan menjadi pribadi-pribadi yang malas, tanpa semangat. Oleh karena itu temukanlah potensi diri sendiri. Seringkali Tuhan tidak langsung memberikan ikan, tapi Dia menyediakan kail. Apakah kita mau menggunakannya atau tidak, itu akan menentukan sejauh mana kesuksesan akan kita raih. Tuhan Yesus sudah menunjukkan hal ini ketika Dia memberi makan ribuan orang dengan menggandakan lima roti dan dua ikan. Tuhan Yesus berkata: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" (Markus 6:38). Tuhan Yesus sanggup langsung menurunkan makanan dari langit, tapi itu tidak Dia lakukan. Yesus lebih memilih untuk melihat apa yang ada pada kita, dan dengan berkatNya semua itu bisa menjadi berlimpah-limpah. Semua itu sangat berguna untuk mengajarkan kita agar tidak menjadi orang-orang manja dan mau berubah menjadi pribadi yang giat berusaha. Periksalah! Periksa ada berapa roti yang kita miliki, dan Tuhan siap melipatgandakan itu menjadi berkat yang berlimpah.

Hari ini mari kita kenali potensi diri kita yang sebenarnya. Mari kita periksa talenta apa yang Tuhan berikan kepada kita, dan mari kita kembangkan, asah dan olah. Saatnya untuk mempergunakan talenta yang kita miliki untuk sukses, dan memakainya untuk kemuliaan Tuhan. Sesungguhnya semua orang dirancang Tuhan untuk sukses, dan Dia telah menyediakan segala sesuatu yang diperlukan untuk bisa mencapai itu. Jangan biarkan berkat Tuhan berlalu sia-sia, mulailah hari ini untuk menjadi orang cerdik yang penuh hikmat yang mengetahui kemampuan atau potensi diri sendiri.

“Mungkin kita terlahir dengan beberapa kekurangan, tapi Tuhan memberikan kita berjuta-juta kelebihan.”

dari berbagai sumber

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar