15 Mei 2020

1 Tawarikh 17:16-27 ROGATE

       DOA UCAPAN SYUKUR

Minggu ini disebut Minggu ROGATE = berdoa.
Kita semua pasti sudah pernah berdoa dan masing-masing memiliki pengalaman iman dalam berdoa. Ada yang merasakan doanya langsung dikabulkan ; ada juga yang merasakan doanya terkabul setelah melalui proses panjang ; dan ada juga merasa doanya tak terkabulkan. Yah...itu semua adalah pengalaman iman dalam berdoa.
Komunikasi yang indah dengan Tuhan adalah ketika kita boleh bersyukur. Tanpa rasa syukur maka komunikasi hanyalah kemunafikan. Karena itu, doa harus selalu diawali dengan puji dan hormat kepada Tuhan. Kita perlu mensyukuri atas segala yang telah kita alami dalam hidup ini. Siapapun dan apapun yang melekat pada kita, bersyukurlah.
Daud berkehendak memindahkan ‘tabut perjanjian Tuhan’ dari tenda-tenda ke tempat yang lebih wajar (17:1). Niat Daud ini begitu tulus, karena merasakan penyertaan Tuhan di dalam hidupnya. Ia hendak mengungkapkan syukurnya kepada Tuhan. Niat tulus ini tentunya membutuhkan pengorbanan materi. Namun Tuhan melarangnya, Tuhan malahan menjanjikan untuk membangun keturunannya (17:4).
Karena itu, dalam doanya (16), Daud berkata : ‘Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?Daud merasakan betapa kecil dan tak berartinya dirinya. Daud gentar atas kedaulatan Tuhan yang berlaku baginya untuk mengemban perkara yang besar yang tidak sebanding dengan keberadaannya yang berdosa.
Daud pun makin memuji dan memuliakanTuhan dengan dalam doanya (20-22) : ‘Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau..... bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya... Engkau telah membuat umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka.
Daud pun memohon agar Tuhan meneguhkan janjiNya, agar Tuhan memberkatinya dan keluarganya dapat tetap setia di hadapan Tuhan. Daud memohon Tuhan semesta alam, Tuhan yang akan menjadi pelindung agar rencana besar itu dapat terjadi dalam dirinya dan keturunannya. Nabi Daud adalah orang yang dipilih Allah menjadi penerus keturunan bagi kehadiran Yesus Kristus di dunia ini. Dari keturunan Daud hadir Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia itu.

Dalam hidup orang Kristen, doa menjadi penting dilakukan. Lewat doa kita ucapkan pujian kepada Tuhan, mengaku dosa, dan menyampaikan permohonan kepada Tuhan. Doa bukanlah memaksa kehendak tetapi penyerahan kepada Tuhan dengan segala ketulusan. Daud hendak membangun tempat tabut perjanjian secara tulus sebagai rasa syukurnya tetapi Tuhan menganugerahinya dengan berkat yang besar.
Kita saat ini bergumul atas wabah corona yang melanda seluruh dunia. Dampak yang ditimbulkan sangat membuat umat manusia menderita. Pergumulan berat ini telah berlangsung selama dua bulan. Kita berharap masalah corona segera berakhir. Doa yang dipanjatkan juga fokus pada berakhirnya corona ini. Apakah kita kecewa pada Tuhan jika satu ... dua ... tiga bulan lagi, corona belum berakhir ? Jangan !!! Doa adalah penyerahan sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Kita tidak boleh memaksa Tuhan sesuai dengan kehendak kita karena pengalaman kasus corona di tempat lain. Kita tidak dapat memastikan/memaksa corona berakhir dalam tiga bulan. Ketika kita berdoa maka Tuhan empunya kendali atas semua itu. Kita cukup mengambil bagian dengan mematuhi segala aturan dari yang berkompeten atas corona, yaitu pemerintah dan para medis. Kita memohon kepada Tuhan, agar kita diberi kesehatan dan kekuatan dalam situasi sulit ini.
Ada kisah seorang ibu janda. Ia memiliki masalah. Sebagai seorang ibu janda, ia tidak memiliki kekuatan menghadapi musuh. Ia membawa persoalannya kepada hukum, tetapi pengadilan mengabaikan permohonannya. Ia kehilangan kekuatan. Tinggal satu kekuatannya, berdoa !!!
Sungguh, hati sang hakim tergerak, ia berkata dalam hatinya : ‘Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku’. (Selengkapnya Lukas 18:1-8). Apapun argument hakim itu, tapi atas doa ibu janda ini, Tuhan mengubahkan keputusan hakim itu.
Ditengah-tengah kesibukan ini, terlebih sebagai kepala keluarga, haruslah memberikan waktu berdoa bagi keluarganya. Jika saat ini, dimana kita semua beribadah, maka fungsi kepala keluarga sebagai imam harus nyata. Dengan demikian, keluarga kita makin diberkati Tuhan.
Persoalan rumah tangga dapat saja menimbulkan konflik yang tak terselesaikan sampai matahari terbenam. Itu akan menimbulkan penderitaan yang berat.  (Efesus  4:26) : ‘Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.’
Di dalam doa ada kuasa Allah, sehingga doa dapat menjangkau hal-hal yang kelihatannya mustahil.
-          Doa membuat hati tenang
-          Doa memberi kita kekuatan
-          Doa menyembuhkan orang sakit.
-          Doa telah membawa pertobatan sekian banyak jiwa.

Satu hal yang membawa kita pada kemenangan pergumulan hidup ini adalah, seperti nama minggu kita ROGATE = berdoa. Roh akan membimbing kita untuk berdoa kepada Allah. Dengan doa, kita memiliki kekuatan menghadapi pergumulan hidup ini. Berdoalah dengan penuh syukur kepada Tuhan si Empunya hidup. AMIN

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar