7 Mei 2020

Wahyu 12:10-12 (Minggu, 10 Mei 2020)

   MENYANYIKAN KESELAMATAN DARI TUHAN

 

Kitab Wahyu adalah sebuah kitab yang menarik, karena berisikan pemikiran serta kesusasteraab apokaliptik. Dalam kitab Wahyu diperlihatkan keadaan umat Tuhan dan penglihatan, terutama menyangkut akhir zaman. Dikisahkan pada akhir zaman, kuasa jahat akan menindas umat yang setia pada ajaran Kristus. Tetapi pada akhirnya kejahatan itu akan dihancurkan dan umat beriman akan diselamatkan. Kristus menang melawan kejahatan dan menyelamatkan semua orang percaya.
Penulis kitab Wahyu adalah seorang hamba Tuhan yang bernama Yohanes. Ia berada di pulau Patmos sebagai orang buanagan karena firman Allah dan kesaaksiannya tentang Kristus. Dari pulau buangan ini, ia menyapa pendengarnya ssebagai : ‘saudara dan sekutu dalam kesusahan .... dan ketekunan menantikan Yesus. Artinya, Yohanes paham benar bahwa umat Tuhan sedang mengalami tekanan. Melalui sapaan ini, Yohanes hendak menguatkan orang-orang percaya yang sedang mengalami kesusahan.
Orang-orang percaya sedang mengalami pergumulan iman. Pemerintahan Romawi mengharuskan rakyat menyembah dewa. Kemudian hari, diberlakukan pemujaan terhadap kaisar. Pada masa pemerintahan Domitian, kaisar melaksanakan pendewaan atas dirinya sendiri. Ia menyebut dirinya sebagai allah. Siapa saja yang tidak menyembah kaisar akan dinyatakan sebagai penghujat allah serta dinilai penghianat kerajaan. Mereka akan ditangkap, dianiaya, dan dibunuh.
Tentu saja, orang-orang Kristen yang hidup pada masa itu tidak mau menyembah dewa dan kaisar. Hal ini membuat mereka mengalami tekanan dari pemerintah Romawi
Namun, orang-orang percaya tidak goyah atas ancaman itu. Mereka begitu kokoh mempertahankan iman kepada Kristus. Yohanes melukiskan  keyakinan orang percaya sangat jelas. Dalam ay.4b disebutkan : ‘Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut’.
Orang-orang percaya begitu teguh beriman kepada Yesus Kristus. Adalah lebih baik mati dari pada menyembah kaisar. Akibatnya, banyak orang Kristen yang menjadi martir.
Dalam sebuah buku (SEMAKIN DIBABAT SEMAKIN MERAMBAT) dikisahkan penderitaan orang Kristen.
1. Pada  suatu hari  terjadi kebakaran  di sebuah pusat perbelanjaan di kota Roma. Lalu muncul issu, bahwa yang membakar itu adalah orang-orang Kristen. Spontan setiap orang Kristen ditangkap, dipukuli dan dihukum.
2. Pada waktu yang lain, kebencian kepada orang Kristen cukup dengan
    satu pertanyaan : Apakah engkau Kristen ? Jika orang itu mengatakan “Ya” maka ia akan dihukum mati.
3. Sebuah kematian yang menarik adalah kematian seorang hamba Tuhan bernama Ignatius. Ia dijatuhi hukuman dengan cara diberikan kepada singa untuk dimakan.
     Sebelum dihukum, Ignatius sempat menulis surat kepada jemaat-jemaat yang isinya demikan :
Saya menuliskan kepada semua jemaat dan memesankan agar semua mengetahui bahwa saya rela mati untuk Tuhan. Biarlah saya dimangsa binatang-binatang buas karena melaluinya saya dapat mencapai Tuhan. Saya adalah gandum Tuhan. Jika saya digiling oleh gigi binatang-binatang buas, kiranya nyatalah bahwa saya roti yang murni.
Lebih baik merangsang binatang-binatang buas untuk menjadi kuburanku agar tidak ada yang tersisa dari tubuhku. Dengan demikian, saat “tertidur” saya tidak menjadi beban bagi siapapun. Saya menjadi murid Kristus yang benar bila dunia tidak melihat tubuhku lagi. Berdoalah kepada Tuhan, agar saya melalui semuanya ini (hal.15-16).
Surat Ignatius ini, menggambarkan bagaimana kejamnya penderitaan orang percaya. Namun, sehebat apapun resiko yang mengancam, mereka tidak pernah gentar. Adalah lebih baik mati dari pada ‘menjual’ iman. Apa yang membuat begitu hebat keyakinan mereka ? Karena ada pengharapan. Kematian tak lagi menakutkan, sebab mereka memiliki pengharapan akan keselamatan kekal.
Penulis kitab Wahyu meng-iman i bahwa penderitaan pasti berakhir. Yohanes menerima Wahyu, bahwa keselamatan telah tiba, dimana Allah kita akan berkuasa. Pada saat itu, para pendakwa orang-orang percaya akan mendapat hukuman. Mereka akan dilemparkan ke bawah atau api neraka.
Sementara, orang-orang yang percaya dan setia kepada Tuhan akan bersukacita di sorga, yang kekal itu.

Hidup ini memang penuh derita. Penderitaan manusia nampak dalam kegelisahan, ketakutan, sungutsungut, dan tangis.
Tetapi firman Tuhan memberikan harapan baru bagi kita akan adanya langit dan bumi yang baru.
Dunia yang penuh derita ini akan lenyap. Namun, di tengah-tengah dunia yang penuh derita ini, diuji keimanan kita. Sejauhmana ke dalaman iman kita kepada Tuhan. Adakah di saat-saat yang sulit, kita sungguh-sungguh makin mengandalkan Tuhan ? Bukankah manusia terlalu memfokuskan diri pada dunia yang jahat ini ?
Tuhan sedang menuntun kita pada hidup baru. Dan itulah sesungguhnya tujuan hidup orang percaya. Orang-orang beriman  tidak boleh dikalahkan dan larut dalam dunia ini. Orang-orang percaya akan beroleh kemenangan dan keselamatan yang telah disiapkan oleh Tuhan kita. Karena itu, tetaplah bersukacita karena kita memiliki pengharapan keselamatan dari Tuhan.
Kita memang saat ini sedang menderita karena wabah corona. Tetapi sebagai orang percaya jangan pernah goyah. Ada Tuhan kita yang maha kuasa dan penuh kasih. Kita harus percaya kepada Tuhan Yesus. Ia menjaga dan melindungi kita. Berharap dan berserahlah kepadaNya, sampai kita beroleh kemenangan pada keselamatan kekal itu. AMIN.

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar