21 Juli 2017

Matius 13:24-30 + 36-43 Gandum vs Lalang



     ORANG BENAR AKAN BERCAHAYA

‘Sai adongdo lapungna’, bunyi pribahasa sansekerta kuno asli. Yang artinya : setiap kumpulan selalu ada yang rusak/busuk. Sekalipun yang busuk itu mulanya tersembunyi tetapi pada akhirnya akan muncul dan sangat mungkin mengurangi keindahan lainnya.

7 Juli 2017

Matius 11:16-19 + 25-30



       DALAM YESUS ADA KELEGAAN
        (Matius 11:16-19 ; 25-30)

like or dislike, pandangan ini masih banyak dianut manusia, yang seringkali dapat mengaburkan suatu kebenaran. Berhadapan dengan orang seperti itu, diri rasanya menjadi bego.
Yesus menghadapi banyak manusia seperti itu pada zamanNya. Yesus menggambarkan keadaan manusia tersebut melalui perumpamaan (16-17). Adalah lazim jika ada yang meniup seruling (aksi), maka mestinya diikuti orang dengan menari (reaksi). Dan jika sebuah nyanyian duka dikumandangkan maka yang lain menunjukkan sikap duka. Tetapi tidak demikian halnya ; aksi tidak diikuti reaksi, tidak ada yang peduli…..tidak suka, sekalipun itu sesungguhnya menyenangkan bagi yang memberi reaksi.
Demikian halnya dengan pewartaan keselamatan. Yohanes tampil mewartakan keselamatan tetapi dicela karena ia tidak makan dan minum. Lalu Yesus datang mewartakan keselamatan tetapi tetap dicela walaupun Ia makan dan minum. Jadi, makan dan tidak makan hanyalah alasan-alasan belaka untuk tidak menerima keselamatan itu. Mereka yang mencela itu tidak suka kepada berita keselamatan. Inilah angkatan yang bengkok.

23 Juni 2017

Roma 6:1-11 Muliakan Allah




   HIDUP UNTUK MEMULIAKAN ALLAH
                    (Roma 6:1-11)

Kita semua warga jemaat tentu telah menerima baptisan. Lalu, kita juga sering menyaksikan pembaptisan. Baptisan yang kita terima didasarkan pada kematian Kristus. Kematian Kristus adalah kematian terhadap dosa. Dengan menerima baptisan, maka kuasa dosa tubuh kita telah mati. 

15 Juni 2017

Keluaran 19:2-8 HARTA KESAYANGAN



      MENJADI HARTA KESAYANGAN TUHAN
                  (Keluaran 19:2-8)


Kitab Keluaran sering juga disebut sebagai ‘Kitab Pengembara’, karena isinya menceritakan kisah umat Tuhan sejak keluar dari Tanah Mesir dan pengembaraan selama 40 tahun.
Pengembaraan tersebut bukan sesuatu yang terjadi begitu saja, tetapi pengembaraan ini merupakan rencana Tuhan yang mempunyai tujuan. Pengembaraan umat Tuhan memberikan banyak pengalaman iman. Dalam nas ini, setelah pengalaman selama tiga bulan, Musa berjumpa dengan Tuhan di Gunung Sinai. Tuhan mengingatkan Musa akan pengalaman umat di Mesir dan pembebasannya. Begitu beratnya rakyat Mesir dan raja Firaun melepaskan mereka untuk diperbudak, tetapi Tuhan dengan kuasaNya membawa umatNya keluar. Umat itu boleh keluar dari perbudakan adalah karena kuasa dan pemeliharaan Tuhan.

24 Mei 2017

2 Korintus 13:11-13 ALLAH YANG BEKERJA


      PEKERJAAN ALLAH DALAM JEMAAT

PENDAHULUAN
Surat Paulus kepada jemaat Korintus yang kedua ini menyampaikan banyak pesan : pengampunan, pelayanan, pendamaian, diakonia, dan tentang panggilan. Semua itu berkaitan dengan iman, moral dan kehidupan orang percaya di dalam Yesus Kristus. Dalam dua Korintus ini, Paulus menanamkan landasan moral Kristiani agar jemaat di Korintus terbuka untuk pelayanan kasih, menolong orang yang menderita. Demikian juga agar mereka kiranya tidak lagi dipengaruhi kehidupan kekafiran (hidup yang lama), sehingga mereka dapat hidup bersukacita di tengah penderitaan. Secara khusus dalam pasal 13 ini Paulus menyampaikan nasihat-nasihat terakhir serta salam penutup.

20 Mei 2017

Mazmur 66:8-20 ALLAH YANG DIKENAL


       TUHAN MENDENGARKAN DOA

Nama Minggu kita saat ini adalah Rogate (berdoa). Nafas orang percaya adalah doa. Doa membawa kita membangun komunikasi/relasi dengan Allah. Apakah kita mengenal Allah yang kepadaNya kita menyembah ? Jangan-jangan anda menyembah hantu !!! Kita perlu mengenal siapa yang kita sembah, bagaimana kita menyembah Allah, dan apakah Allah berkenan atas doa-doa kita ?

12 Mei 2017

Mazmur 22:23-32 MEMUJI TUHAN



      UMAT PILIHAN MEMUJI TUHAN

Kita tahu betapa Daud dan Tuhan memiliki hubungan yang sangat dekat. Daud telah merasakan kasih sayang Tuhan dan kesetiaan-Nya dalam membimbing dan memelihara hidupnya. Karena itulah, tidak heran kalau Daud mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan. Dia akan memasyurkan nama Tuhan kepada saudara-saudaranya dan dan memuji-muji Tuhan ditengah-tengah Jemaah. Selain itu, Daud pun meminta kepada siapa saja (yang takut akan Tuhan) untuk memuji Dia. Kepada seluruh keturunan Israel juga diminta untuk memuliakan Tuhan dan tunduk di hadapanNya. Permintaan Daud ini tentu saja karena dia telah merasakan kebaikan Tuhan. Daud juga telah merasakan pertolongan dan tindakan Tuhan yang begitu mengasihi umatNya, tak terkecuali mereka yang tertindas. Orang sering memandang hina atau jijik kesengsaraan mereka, tetapi Tuhan tidak. Tuhan mengasihi mereka. Tuhan tidak menghindar dari orang-orang yang sengsara itu. Dia bahkan mendengar teriakan tolong mereka.
Ayat 26-27
Atas kasih dan pertolongan Tuhan yang Daud rasakan itu, Daud telah memuji Tuhan di tengah jemaah yang besar, dengan membayar nazarnya. Daud pun mengajak semua orang yang rendah hati untuk makan bersama-sama dengan yang dipersembahkannya bagi Tuhan (Imamat 7:16)
Ayat 28-29
Disini Daud mengingatkan bahwa segala bangsa akan tunduk dan menyembah Tuhan. Daud mengatakan ini karena dia tahu bahwa Tuhanlah yang memerintahkan dan berkuasa atas bangsa-bangsa. Kasih, kebaikan, dan kuasa Tuhan akan dirasakan oleh semua orang.
Ayat 30-32
Orang-orang sombong yang sering memandang hina atau jijik orang-orang sengsara, juga akan sujud menyembah Tuhan (Yesaya 49:7 dan Filipi 2:10) Semua orang yang akan tunduk dihadapan-Nya. Anak-ank cucu juga akan beribadah, melayani Dia, dan menceritakan tentang karya kasih dan keadilan Tuhan secara turun-temurun (Lukas 1:48-50, Yesaya 59:21)

Renungan
Daud mengajak kita dan semua orang untuk memasyhurkan nama Tuhan, memuji dan menyembah Dia. Inilah yang Daud perbuat sebagai tanggapan atas kasih, pertolongan, dan pimpinan Tuhan atas hidupnya. Bahkan Daud, karena rasa syukurnya, memberikan kurban nazar bagi Tuhan. Daud sangat sadar bahwa Tuhanlah yang berkuasa atas hidupnya, atas manusia dan bangsa-bangsa di dunia ini. Karena itulah, pada saatnya nanti, semua bangsa akan berbalik dari jalan yang sesat. Mereka akan tunduk dan menyembah Dia.
Apa yang Daud ungkapkan itu seharusnya juga menjadi ungkapan hati kita sebagai orang yang beriman kepada Tuhan. Kita sering merasakan kasih dan pertolongan Tuhan, tetapi seberapa sering kita memuji dan menyembah Dia ? Apakah kita termasuk orang-orang yang sombong, yang merasa bahwa kesuksesan atau keberadaan kita sekarang ini adalah karena kepintaran atau kekuatan kita? Apakah kita juga memandang hina atau jijik orang-orang yang hidupnya sengsara?
Perikop yang kita bahas ini dengan jelas mengajak kita untuk bersyukur kepada Tuhan atas segala kebaikan, kasih, dan berkat yang Tuhan berikan. Dialah yang telah memimpin, menuntun, dan memelihara hidup kita. Sebagai tanggapan atas kebaikan, kemahamurahan dan pertolongan Tuhan, kita diminta takut akan Dia, serta sujud menyembah dan beribadah kepada Dia, yang berkuasa atas kita, dunia, dan alam semesta. Rasa syukur atas karya kasih dan keadilan Tuhan ini tentu saja akan kita ceritakan kepada siapa saja, khususnya anak-anak kita. AMIN