8 Oktober 2015

Ibrani 4:12-16 (Minggu, 11 Okt 2015)


           BERPEGANG TEGUH PADA PENGAKUAN IMAN

Di dalam kehidupan sehari-hari kita sudah sering mendengar firman Allah, baik di rumah, di sekolah, dan tentunya di gereja. Sejak kecil kita sudah diajarkan tentang firman Allah, bahkan orangtua sering menggunakan firman Allah sebagai landasan untuk mengajar dan mendidik anak-anaknya. Firman Allah begitu indahnya mewarnai hidup ini karena dapat menyejukkan hati. Namun, apakah kita mau dituntun oleh firman Allah kepada kehendakNya, atau kita ‘memaksa’ firman Allah mengikuti kehendak kita ? Sejauh mana firman Allah menjadi landasan hidup kita, dan sedalam apa keyakinan kita atas pengakuan iman terhadap firman Allah itu ?

18 September 2015

Mazmur 107:33-43 (Minggu, 27 September 2015)



          ORANG BERHIKMAT MEMPERHATIKAN SEGALA KEMURAHAN TUHAN

Siapalah manusia ? Kalimat tanya pendek ini hendak mengajak manusia untuk merenungkan dirinya, bahwa ia tidak memiliki kuasa atas dirinya sendiri. Manusia boleh merencanakan banyak hal dalam perjalanan hidupnya tetapi pada akhirnya mesti berserah kepada si pemberi dan pengendali hidup, yaitu Tuhan. Tuhan yang menciptakan dan menata langit dan bumi, Tuhan dapat mengubah alam yang memberi kehidupan, tetapi Ia juga dapat membuatnya menjadi kematian bagi manusia.

Markus 9:38-50 (Minggu, 27 Sept. 2015)



               SETIAP ORANG AKAN DIGARAMI DENGAN API

‘Hidup itu indah’. Ungkapan ini singkat dan dikehendaki semua manusia. Keindahan hidup adalah ketika kita dapat hidup berdampingan dengan damai bersama seluruh umat manusia. Tuhan menghendaki agar semua orang dapat hidup berdampingan dalam damai. Yesus mengajarkan bagaimana bersikap terhadap orang lain, sehingga tercipta hubungan harmonis. 

10 September 2015

Markus 8:27-38 (Minggu, 13 September 2015)



    MENGIKUT YESUS : MENYANGKAL DIRI, MEMIKUL SALIB

Betapa mudah dan enak untuk mengatakan bagi orang Kristen, saya mau ikut Yesus. Apalagi menyanyikan lagi Kidung Jemaat No. 375 dengan meresapinya, kita menjadi orang yang begitu teguh dan tulus hendak mengikut Yesus. Namun, seberapa besar ketulusan dan keteguhan kita mengikut Yesus. Bukankah kita berkehndak mengikut Yesus agar dapat menikmati kehidupan dunia yang penuh pesona ini. Adakah kita pernah membayangkan bahwa mengikut Yesus berarti melepaskan diri dari kemegahan dunia ini, dan itu berarti kesiapan menderita ?

5 September 2015

Yesaya 35:4-7a (Minggu, 6 September 2015)



       KUATKANLAH HATIMU, ALLAH MENYELAMATKANMU

Di dalam hidup ini banyak peristiwa yang terjadi, ada yang menyukakan hati tetapi tidak sedikit yang membuat hati kita bersedih. Kita bisa memberikan analisa tentang suatu peristiwa tetapi pada akhirnya Tuhan memiliki kuasa atas alam dan kehidupan manusia.
Umat Tuhan berada di dalam penderitaan di pembuangan. Mereka menjadi orang tawanan dan sudah tawar hati (putus asa) untuk mengalami perubahan hidup. Apakah pembuangan merupakan penghukuman atau ada kehendak Tuhan di dalamnya ?

20 Agustus 2015

Yosua 24:1-2a ; 14-18 (Minggu, 23 Agustus 2015)



           TAKUT AKAN TUHAN DAN BERIBADAH KEPADANYA

Pengalaman hidup seseorang sangat menentukan bagaimana ia beriman. Yosua adalah panglima perang Musa. Yosua sering kali mendapat tugas dari Musa untuk memimpin perang. Setelah Musa meninggal maka Yosua diangkat sebagai penggantinya. Yosua berhasil memimpin umat Tuhan memasuki tanah Kanaan. Selain itu, ia juga dapat membagi atas tanah Kanaan untuk kedua belas suku Israel dengan bijaksana, sehingga tidak ada suku yang bersungut-sungut. Yosua menyadari bahwa keberhasilannya memimpin umat bukanlah karena kekuatannya sendiri, melainkan karena kasih dan kuasa Tuhan. Dalam pengalamannya memimpin umat sungguh dirasakan kasih dan kuasa Tuhan. Tuhan menuntun perjalanan hidup umatNya. Tuhan turut bekerja atas setiap rintangan yang dihadapi umatNya. 

Wahyu 3:14-22 (Minggu, 30 Agustus 2015)


      BARANGSIAPA KUKASIHI, IA KUTEGOR DAN KUHAJAR

Gereja yang bagaimanakah gereja kita saat ini, dan gereja bagaimana yang kita inginkan ? Kristen yang bagaimanakah kita, dan bagaimana mestinya menjadi Kristen ? Saya sangat percaya, setiap jemaat dan pelayan menghendaki supaya gereja bertumbuh dengan baik.
Kitab Wahyu menggambarkan 7 jemaat yang masing-masing memiliki potensi tetapi sekaligus menjadi jemaat yang dicela dengan berbagai julukan. Jemaat Laodikia dijuluki sebagai jemaat yang ‘suam-suam kuku’. Suam-suam kuku tidak selamanya buruk, ada kalanya disukai orang pada beberapa jenis makanan/minuman. Tapi dalam teks ini, suam-suam kuku memang menjadi celaan. Ada sebuah sumber mata air di Laodikia. Sumber aslinya memang sangat panas tetapi setelah melewati bebatuan, panas air itu berkurang dan menjadi suam-suam kuku. Air yang demikian kurang mantap untuk mandi.