4 Mei 2016

Efesus 1:15-23 (Hari Kenaikan)



  KRISTUS MEMENUHI SEMUA DAN SEGALA SESUATU

Kita beribadah hari ini dalam rangka merayakan salah satu dari hari Raya Gerejawi, yaitu HARI KENAIKAN. Kitab Lukas 24 : 50 – 53 cukup lengkap menggambarkan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga. Yesus membawa murid-muridNya sampai dekat Betania. Di kota Betania ini, Yesus memberkati murid-muridNya. Dan ketika Yesus memberkati, Ia naik ke sorga. Setelah Kenaikan Yesus ke sorga : murid-murid sujud menyembahNya, Mereka sangat bersukacita, Mereka senantiasa berada di Bait Allah, untuk menantikan kedatangan Tuhan Yesus kembali dengan penuh pengharapan. 

7 April 2016

Mazmur 30:2-13 (Epistel)



        UMAT YANG MEMBERITAKAN KEMASYHURAN TUHAN

Banyak dan ragam peristiwa yang terjadi di dalam hidup kita. Pernahkah kita merenungkan peristiwa demi peristiwa yang kita alami, dan menemukan makna dari setiap peristiwa itu. Atau, kita membiarkan segala peristiwa itu berlalu begitu saja. Mungkin peristiwa yang teramat berat sekali pun akan berlalu begitu saja tanpa pernah kita renungkan untuk menemukan maknanya. Adakalanya kita perlu berhenti sejenak untuk merenungkan setiap peristiwa yang sedang kita alami atau yang telang berlalu.  

17 Maret 2016

Lukas 19:28-40 (Palmarum)



                            MENGIRINGI YESUS DENGAN BERGEMBIRA DAN MEMUJI ALLAH

Keluarnya sekelompok budak-budak dari Mesir yang kemudian menjadi umat Tuhan merupakan suatu kenangan indah. Peristiwa itu menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi umat Tuhan. Mereka mengenang dan mensyukuri pembebasan itu dengan pesta yang disebut Paskah. Orang yang datang ke pesta itu, selain karena dorongan hati, ada juga karena  aturan yang menetapkan, bahwa setiap orang Yahudi yang berjarak 20 Mil dari Yerusalem diwajibkan mengikuti pesta itu. Oleh sebab itu, kedatangan Yesus ke Yerusalem kali ini adalah juga dalam rangka untuk ikut serta merayakan paskah tersebut.

8 Maret 2016

Yesaya 43:16-21 (JUDIKA)



           UMAT YANG MEMBERITAKAN KEMASYHURAN TUHAN

Cerita Alkitab….masihkan up to date ? Sebahagian mungkin mengatakan ‘tidak lagi’, tetapi sebahagian mengatakan ‘ya’, Alkitab selalu berlaku pada segala zaman. Cerita Alkitab tentu saja peristiwa masa lalu tetapi kisah itu tetap relevan di segala zaman karena Tuhan turut bekerja di dalam peristiwa itu. Bahkan peristiwa itu merupakan bagian dari kehendak Tuhan agar umat manusia percaya kepadaNya. Peristiwa masa lalu dalam bentuk yang sama memang tak akan terjadi lagi tetapi peristiwa dalam bentuk baru maka Tuhan akan selalu berkarya bagi kehidupan umatNya. Seluruh peristiwa yang Tuhan lakukan ; masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang, semuanya agar manusia makin percaya kepada Tuhan dan manusia tetap memahsyurkan nama Tuhan. 

4 Maret 2016

2 Korintus 5:16-21 (MINGGU LETARE)



   HIDUP DI DALAM KRISTUS SEBAGAI CIPTAAN BARU

Hidup sukacita merupakan dambaan setiap orang, dimana suasana hati kita begitu bebas, tanpa beban sehingga timbul kegembiraan yang meluap. Sukacita adalah soal hati. Orang yang hatinya terpelihara dengan baik, maka ia dapat menikmati kehidupan yang menyenangkan. Karena itu, siapa saja dapat mengalami hidup sukacita. Namun sering ada kondisi lain yang membuat manusia terganjal untuk bersukacita ; orang yang terbelenggu dengan nilai-nilai dunia ini, orang yang ditekan secara terus-menerus, orang terhimpit oleh dosa-dosa.

24 Februari 2016

Yesaya 55:1-9 (Minggu Okuli)



     KECAP DAN NIKMATILAH HIDANGAN TUHAN

Mengecap dan menikmati kebahagiaan merupakan tujuan hidup manusia. Manusia mencari kebahagiaan itu dengan rancangannya sendiri : dimulai dari yang paling dasar sampai yang tertinggi (kalau bisa tercapai). Tetapi manusia akan terus haus dan lapar, tak terpuaskan, hingga kemuadian membuat manusia hidup gelisah. Orang-orang miskin berharap menjadi kaya, dan orang kaya berharap memiliki harta yang lebih banyak. Sama-sama tak pernah puas, dan sama-sama tak menikmati hidup yang memuaskan.
Umat Tuhan yang sedang berada di pembuangan sesungguhnya sudah melewati masa krisis. Mereka sudah memiliki kebebasan menikmati kehidupan sebagaimana masyarakat lain. Mereka memiliki sumber penghasilan atas upah jerih pekerjaan yang mereka lakoni. Mereka memiliki uang dan dapat membelanjakannya untuk keperluan hidup mereka. Namun, semua itu tidak memuaskan hidupnya, masih ada yang kurang, ada yang mengganjal.

19 Februari 2016

Filipi 3:17 - 4:1 (Minggu, 21 Peb 2016)



       BERDIRILAH DENGAN TEGUH DALAM TUHAN

Pergumulan berupa ancaman dan tekanan acap kali menghampiri hidup manusia. Ancaman yang begitu hebat, selain mengganggu aktifitas juga dapat mengganggu iman percaya. Namun, sebagai orang percaya, ancaman apapun yang menghampiri dan darimana pun sumbernya hendaklah kita tetap berdiri dengan teguh dalam Tuhan.
Paulus dan para penginjil lainnya sering menghadapi masa yang cukup berat tetapi mereka senantiasa percaya kepada Tuhan Yesus, sehingga mereka tetap dapat berdiri kokoh. Pengalaman demi pengalaman menjadi kekuatan bagi Paulus, sehingga dirinya dapat menjadi teladan bagi orang-orang percaya saat menghadapi pergumulan.