25 November 2014

Yesaya 5:1-7 (Minggu 5 Nov 2014)


                 KITA KEBUN ANGGUR TUHAN

Setiap orang rindu memiliki kekasih. Seseorang dapat menyebut memiliki kekasih, apabila orang itu mengenal dan memahami yang dikasihinya itu. Kita bukan hanya mengenal bagian luar kekasih kita tetapi juga memahami hatinya, yang paling dalam.
Yesaya juga memiliki kekasih. Hati Yesaya telah menyatu dengan hati kekasihnya. Kekasihnya itu memiliki sebuah nyanyian berjudul : kebun anggur. Dalam lagunya, kekasih Yesaya itu menyebutkan, bahwa kebun anggur itu ditanami pokok anggur pilihan. Sang kekasih merawat dan menjaga kebunnya. Sang kekasih memenuhi segala keperluan kebunnya untuk menghasilkan buah anggur baik. Kekasih Yesaya juga telah menyiapkan tempat pengolahan anggur. Namun, kebun kekasihnya hanya menghasilkan buah anggur yang asam. 

21 November 2014

Yohanes 11:25-26 (Minggu, 23 Nopember 2014)



               YESUS ADALAH KEBANGKITAN DAN HIDUP

Menurut tanggalan Gerejawi, hari ini disebut MINGGU AKHIR TAHUN GEREJA. Minggu ini sebuah waktu bagi kita mengingatkan akan adanya kematian. Karena itu, peringatan ini bukan untuk menangisi saudara yang telah mendahului kita, melainkan menyadarkan kita akan adanya akhir hidup di dunia ini. 

31 Oktober 2014

Mazmur 43:1-5 (Minggu, 2 Nopember 2014)



        ALLAH TEMPAT PENGUNGSIAN

Hidup bahagia merupakan impian setiap insan manusia. Kehidupan bahagia adalah dimana manusia bebas dari penderitaan ; tidak terbelenggu, merasakan keadilan, terpenuhinya kebutuhan dasar, dan yang utama dapat mengaktulisasikan spiritualitasnya. Ketika manusia mengalami suatu penderitaan yang teramat berat, maka ia gelisah dan berharap adanya penolong. 

Lukas 1:26-38 (Minggu, 21 Desember 2014)



BAGI ALLAH TIDAK ADA YANG MUSTAHIL

1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. AMIN

22 Oktober 2014

Mazmur 1:1-6 (Epistel)



ORANG BENAR VS ORANG FASIK

Sadar atau tidak, saat ini dunia sedang mengekploitasi manusia. Manusia seperti dituntut untuk mengikuti arus dunia ini. Manusia menghabiskan seluruh kehidupannya ; tubuh, jiwa, waktu, tenaga, dan pikirannya untuk dunia ini. Akibatnya, seringkali hati/jiwa manusia mengalami kekeringan. Manusia menjadi hidup di luar yang seharusnya ; penuh ketakutan, keraguraguan, ketidakpastian, dan kegelisahan. Hidup yang tidak tenang akan menjadikannya sebagai orang fasik. 

8 Oktober 2014

Matius 22:1-14 (GKPI, 12 Okt 2014



GUNAKANLAH PAKAIAN PESTA SEBAB SEMUA TELAH TERSEDIA

Ketika menerima sebuah undangan pesta, kita akan menelusuri ; pesta apa, siapa yang pesta, dimana pestanya, apakah saya hadir, kado apa layak saya berikan ? Demikian juga si empunya pesta akan berusaha membuat pesta itu sebaik mungkin, agar para undangan menikmati sukacita. Nas ini mengumpamakan seorang raja yang mengadakan perjamuan kawin anaknya. Lazimnya raja berpesta maka yang diundang adalah orang-orang pilihan. Dalam hal mengundang, orang Yahudi rupanya sangat hormat ; mula-mula undangan disampaikan secara umum, kemudian masih dilanjutkan dengan undangan secara khusus. Sekalipun undangan sudah dilakukan demikian dan yang berpesta adalah raja, tidak otomatis orang yang diundang menghadirinya. Para undangan memiliki berbagai dalih sehingga tidak datang ke undangan itu dengan berbagai alasan pribadi. 

Matius 22 : 15-22 (Minggu, 19 Oktober 2014)



            YANG WAJIB KITA BERIKAN KEPADA ALLAH

Pajak adalah salah satu penghasilan negara yang digunakan untuk mengelola negeri ini. Pajak yang dibayarkan oleh rakyat tampaknya terus menimbulkan pro-kontra sejak dahulu sampai sekarang. Di Indonesia, masalah membayar pajak bukan lagi soal ‘ya’ atau ‘tidak’ tetapi bagaimana kejujurannya, baik oleh penguasa (pemerintah) sebagai pengelola maupun dari para wajib pajak.