28 November 2016

Roma 15:4-13 (Minggu Advent)



      BERPEGANG TEGUH PADA PENGHARAPAN


Sila ketiga dari Pancasila menyebutkan Persatuan Indonesia. Sila ini menjadi sangat penting mengingat bangsa kita terdiri dari berbagai suku, agama, kulit, geografis, serta perbedaan lainnya. Kondisi ini sangat rentan menimbulkan perpecahan bagi bangsa kita. Pemerintah selalu mengupayakan persatuan itu dengan memunculkan berbagai istilah : kerukunan, dialog umat beragama, toleransi dan belakangan ini NKRI. Pemerintah mensosialisasikan itu melalui pembinaan atau seminar di berbagai tempat. Tujuannya sangat jelas, yaitu supaya kesatuan bangsa tetap terpelihara. 

10 November 2016

Maleakhi 4:1-2a (Khotbah Minggu)



             BAGIMU AKAN TERBIT SURYA KEBENARAN DAN KESEMBUHAN

Gaya hidup manusia terasa makin menusuk ke dalam ragam kejahatan. Berbagai upaya dilakukan untuk menggapai ambisi ; menipu, berbohong, menyakiti, korupsi, menyalahgunakan jabatan dsb. Kejahatan itu begitu transparan dalam dunia politik belakangan ini. Orang-orang tidak lagi mengungkapkan kebenaran tetapi berupaya membenarkan kelompoknya. Kebenaran tidak lagi tampil ke permukaan tetapi terkubur rapi tanpa uap. 

1 November 2016

Roma 1:1-7 MINGGU ADVENT IV



          IA ADALAH ANAK ALLAH YANG BERKUASA

Kita telah memasuki Minggu Advent IV. Kita mungkin telah merayakan Natal di beberapa tempat, dan puncak Natal akan kita rayakan pada tanggal 24-25 Desember ini. Natal menjadi sebuah sukacita bagi orang-orang percaya. Siapakah yang kita rayakan itu ? Ia bukan sekedar seorang bayi montokl yang lahir di tengah dunia ini, juga bukan sekedar manusia yang diperanakkan dari keturunan raja Daud, tetapi Dia yang telah bangkit dari kubur mengalahkan kematian. KebangkitanNya menunjukkan bahwa IA ADALAH ANAK ALLAH YANG BERKUASA. Ia berkuasa atas kehidupan, Ia tidak dikuasai oleh maut. Dia adalah Yesus Kristus, Tuhan yang telah memberikan pengharapan bagi orang percaya. Oleh sebab itu, Natal memang menjadi sukacita yang tak terbendung bagi orang-orang percaya.

21 Oktober 2016

Yesaya 1:10-18 (Khotbah Minggu)


      BERTOBAT DAN KORBAN PERSEMBAHAN

Kehidupan beragama tampak makin semarak pada masa kini. Tempat beribadah (gereja) makin banyak dikunjungi, bahkan ada yang dua kali beribadah pada minggu yang sama di tempat berbeda. Asesoris/simbol agama muncul begitu hebatnya, baik yang bergantungan di tubuh penganutnya maupun tertempel di rumah atau mobil. Nuansa agama juga sangat terasa di pasar swalayan dengan pajangan asesoris agama dan mengalunkan musik pada saat atau menjelang hari perayaan sebuah agama. Semua itu cukup membanggakan bagi para penganut agama itu. Secara khusus, nuansa keagamaan bagi orang Batak Kristen sangat terasa pada bulan Desember s/d Maret. Mereka merayakan Natal dan Bona Taon dengan ibadah, baik untuk parmargaon maupun parsahutaon. Sebagai orang beragama, kita tentu mengapresiasi semua itu.

15 Oktober 2016

Kejadian 32:22-31 (Khotbah Minggu)



              PERGULATAN YAKUB DENGAN ALLAH

 ‘Apalah arti sebuah nama‘, demikian ungkapan terdengar. Tetapi nama memang sering kali memiliki arti bahkan menjadi karakter dari pemiliknya. Tokoh dalam nas ini bernama Yakub, yang artinya PENIPU. Seorang penipu harus cerdik, pintar, lihai, gigih, dan menggunakan segala situasi untuk kepentingannya. Yakub adalah seorang manusia biasa yang haus akan ‘berkat’. Namun, ia menggunakan segala kesempatan untuk memperoleh berkat.

24 September 2016

1 Timotius 6:6-19 (Minggu, 25 Sept 2016)



     IBADAH YANG BENAR DIHADAPAN TUHAN

Timotius adalah seorang hamba Tuhan yang masih muda belia, dipercayakan untuk melayani jemaat Tuhan. Ia berada dalam bimbingan Paulus, yang sudah memiliki banyak pengalaman. Ia melayani di Jemaat yang baru bertumbuh/berdiri. Paulus memberikan bimbingan (pastoral) kepada Timotius agar dirinya makin matang sebagai hamba Tuhan dan memahami jemaat yang dilayani. 

26 Agustus 2016

1 Yohanes 3:18-24 MENGASIHI DENGAN PERBUATAN



 MENURUTI PERINTAHNYA DAN PERKENAN KEPADANYA   

Kitab 1 Yohanes ini merupakan surat yang mengungkapkan arti seseorang menjadi pengikut Kristus. Kata kunci dan sekaligus membedakan orang Kristen dengan lainnya adalah ‘kasih’. (I Korintus  13 :13) : ‘Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.’ Kasih bukan hanya gagasan atau cita-cita, melainkan mewujudkan diri dalam kelakukan yang nyata. Kasih begitu radikal, sebab bersangkut paut dengan menyerahkan nyawanya untuk sahabat (Yohanes 15:13).