5 Februari 2016

2 Korintus 3:12 - 4:2 (Minggu, 10 Peb 2016)


               ROH YANG MEMERDEKAKAN
           

Kita sering menyapa orang yang sudah kita kenal sambil memberitahukan raut wajahnya. Misalnya : - eh…kok kamu bersedih, wah….ceria sekali kelihatannya, bah….kok ngelamun ? Yah,…kita memang diberikan kemampuan membaca wajah orang-orang yang ada di sekitar kita. Kondisi wajah seseorang dapat dipengaruhi faktor dari luar maupun dari dalam. Kita bisa memberi perawatan rambut, wajah, kulit, sehingga tampak anggun, cerah, cantik. Itu pengaruh dari luar. Sedangkan pengaruh dari dalam ditentukan oleh hati, jiwa, pikiran kita. Ketika hati kita sedang sukacita, jiwa kita tentram-damai, atau pikiran kita begitu tenangnya, maka wajah kita turut memancarkan sukacita.

11 Januari 2016

Mazmur 36:5-10 (Minggu 17 Jan 2016)




                MENGENAL KASIH DAN KEADILAN TUHAN

36:5 Kejahatan dirancangkannya di tempat tidurnya, ia menempatkan dirinya di jalan yang tidak baik; apa yang jahat tidak ditolaknya.
36:6 Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan.
36:7 Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat. Manusia dan hewan Kauselamatkan, ya TUHAN.
36:8 Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.
36:9 Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.
36:10 Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.

6 Januari 2016

Lukas 3:15-17+21-22 (Minggu, 10 Jan 2016)



                   KEPADAMULAH AKU BERKENAN

Menanti dan berharap merupakan bagian dari kehidupan manusia. Manusia menantikan yang diimpikan, dan berharap segala impiannya dapat terwujud. Kita meyakini, bahwa apa yang kita impikan itu dapat membawa pada kehidupan yang lebih baik.  Oleh sebab itu, selama yang kita impikan itu belum tercapai akan menimbulkan kegelisahan. Dan memang, untuk mencapai suatu impian tidaklah mudah, ada hambatan yang harus dihadapi.
Pada zaman Yohanes, umat Tuhan sedang menghadapi kondisi hidup yang sangat buruk disebabkan oleh para penguasa. Para pemimpin menjalankan kekuasaan dengan kekerasan, otoriter, serta penuh ketamakan.  Hidup menjadi tidak tenteram. Rakyat tidak lagi memiliki pegangan hidup. Kegelisahan menyelimuti kehidupan mereka.      

11 Desember 2015

Yesaya 12:2-6 (Minggu 13 Des 2015)



  BERMAZMURLAH BAGI TUHAN SEBAB PERBUATANNYA MULIA



Siapakah Allah dan bagaimanakah sifatNya ? Ini dua pertanyaan yang tidak mudah dijawab, karena logika tak mampu menjawab dengan pasti. Kita hanya dapat menjawabnya dengan iman : ‘Allah adalah Pencipta langit dan bumi’. Lalu, bagaimana sifatNya ? Baik dari Alkitab maupun pengalaman sehari-hari muncul pemahaman tentang Allah yang berubah-ubah. Di dalam Alkitab, kita menemukan Allah itu terkadang pemarah tetapi sering juga muncul dengan penuh kelembutan dan cinta kasih (yang pasti tak pakai humor). Demikian juga dalam pengalaman hidup manusia, kita sering kali mengalami hidup sukacita, dan saat demikian kita memahami Allah itu baik. Tetapi saat kita mengalami suatu pergumulan berat, kita seperti merasakan Allah itu jauh bahkan sedang menghukum. 

3 Desember 2015

Filipi 1:3-11 (Minggu, 6 Des 2015)



          SUCI TAK BERCACAT MENJELANG HARI KRISTUS

Seorang hamba Tuhan akan merasakan sukacita di dalam pelayanannya  bila persekutuan yang dilayani terajut dalam cinta kasih Yesus. Persekutuan yang demikian tentu saja menghasilkan buah-buah kasih.
Paulus sebagai pemberita Injil memiliki segudang pengalaman dalam bersentuhan dengan berbagai jemaat. Tampaknya Filipi merupakan jemaat yang paling dikasihi (kesayangannya). Ada alasan Paulus menjadikan Filipi sebagai jemaat ‘kesayangan’. (a) persekutuan Jemaat Filipi hidup dengan penuh kasih, kebersamaan, saling menerima, sehati sepikir, sepenanggungan, ada empaty, simpati terhadap sesama. Persekutuan yang demikian membuat jemaat Filipi begitu hidup dan penuh sukacita. (b) Persekutuan jemaat Filipi bukanlah sekedar berkumpulnya orang-orang bagi kesenangan mereka sendiri melainkan untuk kemuliaan Tuhan. Mereka mengutamakan pemberitaan Injil ketimbang hal-hal lain. Pemberitaan Injil menjadi skala prioritas. Karena pemberitaan Injil sebagai yang utama maka tidak boleh apapun yang dapat menjadi penghambat. Gerakan pemberitaan Injil begitu hidup dalam persekutuan jemaat Filipi. Mereka begitu antusias memberitakan Injil yang diimani sebagai tanggung jawab orang Kristen. Jemaat Filipi memberi dukungan cukup tinggi untuk pemberitaan Injil. Setidak-tidaknya mereka mengumpulkan persembahan secara rutin, lalu dikirimkan untuk mendukung pekabaran injil yang langsung dilaksanakan oleh Paulus (4:14-19). Inilah yang sangat disyukuri oleh Paulus, yakni persekutuan yang memberitakan Injil.

14 November 2015

Daniel 12:1-13 (Minggu, 15 Nop 2015)



               BIJAKSANA SAMPAI AKHIR ZAMAN

Daniel adalah orang Yahudi yang turut serta menjadi orang buangan ke Babel. Namun, ia memperoleh ‘keberuntungan’ di pembuangan. Daniel memiliki hikmat (bijaksana) sehingga  terpilih menjadi pegawai di istana raja Nebukadnezar. Ia terpilih menjadi seorang juru minum (bartender) bagi raja. Ia menjadi pelayan minuman bagi raja Nebukadnezar dan tamu-tamunya. Namun, sekalipun Daniel selalu memiliki kesempatan menikmati anggur tetapi ia tidak menajiskan dirinya. Daniel cukup bijaksana, sehingga ia tidak menajiskan dirinya dengan minuman yang memabukkan.

21 Oktober 2015

Markus 10:46-52 (Khotbah, 25 Okt 2015)



       KUASA YESUS MENYELAMATKAN ORANG BERIMAN
                  
Dalam kehidupan sehari-hari kita berjumpa dengan orang-orang kecil. Sejauh mana kita mau mendengar atau peduli dengan orang-orang kecil. Bukankah orang yang demikian sering terabaikan ? Keuntungan apa yang diperoleh dengan mendengar suara orang bawah, apalagi seorang pengemis yang buta. Namun, mereka adalah orang-orang yang mendambakan sentuhan dan harapan. Demikianlah sesungguhnya keinginan orang kecil.